MICE  

Erwin Aksa Janji Cari Solusi Atassi Masalah di DKI

Erwin Aksa Janji Cari Solusi Atassi Masalah di DKI

WARGA DKI Jakarta hingga kini masih menghadapi sejumlah persoalan sosial hingga ekonomi. Sebagai politisi berlatar belakang pengusaha dan aktif di organisasi ekonomi, Erwin Aksa mengatakan akan berjuang di DPR RI untuk mencari solusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang dialami warga Jakarta.

Hal itu dikatakan Erwin Aksa saat perayaan hari ulang tahunnya yang ke-48 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Kamis (7/12). Acara ini dihadiri sekitar 1.500 relawan yang mendukungnya maju sebagai calon anggota DPR RI Dapil III DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu).

Saat ini, paparnya, dua sektor yang sangat dibutuhkan warga DKI Jakarta dari segala usia adalah pendidikan dan ekonomi. Untuk pendidikan, dia mengatakan akan memastikan semua warga Jakarta mendapatkan fasilitas bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah bagi keluarga tidak mampu. Dia juga mendorong para guru, kepala sekolah, dan sistem pendidikan agar tidak hanya fokus pada prestasi dari sisi akademis tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa.

Di sisi lain, di tengah banyaknya persoalan, Erwin Aksa meyakini Jakarta memiliki potensi besar untuk berkembang dan maju. “Namun jika tidak dikelola dengan baik dan secara inklusi maka akan berisiko menyebabkan ketimpangan ekonomi,” jelasnya.

Erwin Aksa mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2023, menunjukkan angka kemiskinan di DKI Jakarta sebesar 4,4%. Meski masih di bawah angka nasional, menurutnya jumlah ini harus dilihat sebagai sebuah individu. Artinya, masih ada ratusan ribu warga DKI yang hidup dalam kantong-kantong kemiskinan.

“Karena itu solusi yang harus dilakukan adalah menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Caranya dengan mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya di DKI Jakarta,” ujarnya.

Investasi, jelasnya, akan diupayakan untuk berbagai bidang, tidak hanya sektor bisnis murni, tetapi juga investasi yang dapat mengatasi masalah-masalah publik. Contohnya, investasi di bidang air bersih atau pengelolaan sampah.

Lebih jauh, Erwin Aksa mengatakan alasan dirinya maju sebagai legislator adalah agar dapat berperan lebih besar lagi untuk kepentingan publik. Sebagai pengusaha, dirinya juga telah banyak terlibat dalam menentukan kebijakan ekonomi dan sosial nasional, mulai dari Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2008-2011, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hingga organisasi sosial.

Semua pengalaman yang telah dilaluinya selama ini, jelasnya, tidak diperoleh secara instan tetapi melalui proses panjang. “Dengan demikian, solusi yang akan diterbitkan dalam bentuk regulasi dari DPR RI nantinya akan lebih tepat sasaran, termasuk saat melakukan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah karena lama bekerja di lapangan,” ujarnya. (RO/R-2)

WARGA DKI Jakarta hingga kini masih menghadapi sejumlah persoalan sosial hingga ekonomi. Sebagai politisi berlatar belakang pengusaha dan aktif di organisasi ekonomi, Erwin Aksa mengatakan akan berjuang di DPR RI untuk mencari solusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang dialami warga Jakarta.

Hal itu dikatakan Erwin Aksa saat perayaan hari ulang tahunnya yang ke-48 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Kamis (7/12). Acara ini dihadiri sekitar 1.500 relawan yang mendukungnya maju sebagai calon anggota DPR RI Dapil III DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu).

Saat ini, paparnya, dua sektor yang sangat dibutuhkan warga DKI Jakarta dari segala usia adalah pendidikan dan ekonomi. Untuk pendidikan, dia mengatakan akan memastikan semua warga Jakarta mendapatkan fasilitas bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah bagi keluarga tidak mampu. Dia juga mendorong para guru, kepala sekolah, dan sistem pendidikan agar tidak hanya fokus pada prestasi dari sisi akademis tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa.

Di sisi lain, di tengah banyaknya persoalan, Erwin Aksa meyakini Jakarta memiliki potensi besar untuk berkembang dan maju. “Namun jika tidak dikelola dengan baik dan secara inklusi maka akan berisiko menyebabkan ketimpangan ekonomi,” jelasnya.

Erwin Aksa mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2023, menunjukkan angka kemiskinan di DKI Jakarta sebesar 4,4%.  Meski masih di bawah angka nasional, menurutnya jumlah ini harus dilihat sebagai sebuah individu. Artinya, masih ada ratusan ribu warga DKI yang hidup dalam kantong-kantong kemiskinan.

“Karena itu solusi yang harus dilakukan adalah menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Caranya dengan mendatangkan investor untuk menanamkan modalnya di DKI Jakarta,” ujarnya.

Investasi, jelasnya, akan diupayakan untuk berbagai bidang, tidak hanya sektor bisnis murni, tetapi juga investasi yang dapat mengatasi masalah-masalah publik. Contohnya, investasi di bidang air bersih atau pengelolaan sampah.

Lebih jauh, Erwin Aksa mengatakan alasan dirinya maju sebagai legislator adalah agar dapat berperan lebih besar lagi untuk kepentingan publik. Sebagai pengusaha, dirinya juga telah banyak terlibat dalam menentukan kebijakan ekonomi dan sosial nasional, mulai dari Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2008-2011, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hingga organisasi sosial.

Semua pengalaman yang telah dilaluinya selama ini, jelasnya, tidak diperoleh secara instan tetapi melalui proses panjang. “Dengan demikian, solusi yang akan diterbitkan dalam bentuk regulasi dari DPR RI nantinya akan lebih tepat sasaran, termasuk saat melakukan pengawasan terhadap kebijakan Pemerintah karena lama bekerja di lapangan,” ujarnya. (RO/R-2)

Sumber: mediaindonesia.com