MICE  

Enkripsi Data Revolusioner Faktor Utama Perangi Kebocoran Data

Enkripsi Data Revolusioner Faktor Utama Perangi Kebocoran Data

DALAM beberapa tahun terakhir, serangan siber terus meningkat. Kebanyakan serangan tersebut dimaksudkan untuk mengakses data pribadi orang ketiga.

Dalam beberapa kasus, data itu digunakan untuk keuntungan finansial dan dalam kasus lain untuk mempengaruhi pilihan politik. Meningkatnya kasus serangan siber menunjukkan perlunya sistem keamanan siber yang kuat.

“Perlindungan data pribadi sudah menjadi isu genting karena data pribadi termasuk hal yang paling berharga. Karena itu perusahaan teknologi dan organisasi pemerintah perlu meningkatkan keamanan sistem IT untuk menjaga keamanan data pribadi yang terekspos di internet,” kata CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang dalam keterangan yang diterima, Rabu (6/12).

Menurut Julyanto, pelaku serangan siber umumnya mencuri identitas dan data pengguna dengan berbagai cara yang cerdas dan terampil. Karenanya, sistem keamanan siber yang kuat harus dirancang untuk mengawasi serangan sejak tahap awal, baik itu untuk melindungi dari ancaman secara internal maupun eksternal.

Untuk mencegah terjadinya kebocoran data, ungkap Julyanto, setiap organisasi perlu memperkuat tiga hal yaitu teknologi yang mumpuni, tata kelola, dan tata laksana. Yang tidak kalah penting adalah penegakan kebijakan terhadap pelanggaran keamanan.

“Penting bagi organisasi untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan data yang tepat, seperti enkripsi data yang memiliki key management yang mumpuni, memperkuat keamanan aplikasi, melakukan pengelolaan hak akses yang efektif, memastikan pengguna memiliki hak akses yang tepat, mengelola privilege keamanan, serta penegakan kebijakan dan pemberian sanksi yang sesuai,” ujarnya.

Dalam menghadapi serangan siber, jelasnya, teknologi keamanan juga harus terus diperbarui dan ditingkatkan agar memberikan perlindungan data yang lebih baik dan tetap efektif dalam mencegah serangan siber. Salah satu upaya memperkuat keamanan siber, antara lain dengan memberi perhatian lebih pada langkah perlindungan terkait enkripsi data.

Dikatakan, inovasi enkripsi data seperti pada fitur Equnix Seamless Encryption (ESE) yang dihadirkan 11DB/Postgres, memberikan perlindungan keamanan data tak tertandingi bagi korporasi yang menangani data sensitif, termasuk data pribadi dan korporasi. ESE 11DB/Postgres akan diluncurkan Equnix pada kuartal pertama 2024 dan ketersediaannya akan dirilis secara bertahap hingga tersedia bagi semua platform dan pengguna.

“Kami berkomitmen untuk terus menyediakan solusi TI, salah satunya dengan solusi enkripsi terdepan yang memenuhi kebutuhan keamanan data yang mumpuni. ESE adalah bukti komitmen kami untuk membantu melindungi data sensitif korporasi, hak nasabah atas data mereka, dan membantu korporasi untuk mematuhi Peraturan Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) 2022 di Indonesia,” ungkap Julyanto. (RO/R-2)

DALAM beberapa tahun terakhir, serangan siber terus meningkat. Kebanyakan serangan tersebut dimaksudkan untuk mengakses data pribadi orang ketiga.

Dalam beberapa kasus, data itu digunakan untuk keuntungan finansial dan dalam kasus lain untuk mempengaruhi pilihan politik. Meningkatnya kasus serangan siber menunjukkan perlunya sistem keamanan siber yang kuat.

“Perlindungan data pribadi sudah menjadi isu genting karena data pribadi termasuk hal yang paling berharga. Karena itu perusahaan teknologi dan organisasi pemerintah perlu meningkatkan keamanan sistem IT untuk menjaga keamanan data pribadi yang terekspos di internet,” kata CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang dalam keterangan yang diterima, Rabu (6/12).

Menurut Julyanto, pelaku serangan siber umumnya mencuri identitas dan data pengguna dengan berbagai cara yang cerdas dan terampil. Karenanya, sistem keamanan siber yang kuat harus dirancang untuk mengawasi serangan sejak tahap awal, baik itu untuk melindungi dari ancaman secara internal maupun eksternal.

Untuk mencegah terjadinya kebocoran data, ungkap Julyanto, setiap organisasi perlu memperkuat tiga hal yaitu teknologi yang mumpuni, tata kelola, dan tata laksana. Yang tidak kalah penting adalah penegakan kebijakan terhadap pelanggaran keamanan.

“Penting bagi organisasi untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan data yang tepat, seperti enkripsi data yang memiliki key management yang mumpuni, memperkuat keamanan aplikasi, melakukan pengelolaan hak akses yang efektif, memastikan pengguna memiliki hak akses yang tepat, mengelola privilege keamanan, serta penegakan kebijakan dan pemberian sanksi yang sesuai,” ujarnya.

Dalam menghadapi serangan siber, jelasnya, teknologi keamanan juga harus terus diperbarui dan ditingkatkan agar memberikan perlindungan data yang lebih baik dan tetap efektif dalam mencegah serangan siber.  Salah satu upaya memperkuat keamanan siber, antara lain dengan memberi perhatian lebih pada langkah perlindungan terkait enkripsi data.

Dikatakan, inovasi enkripsi data seperti pada fitur Equnix Seamless Encryption (ESE) yang dihadirkan 11DB/Postgres, memberikan perlindungan keamanan data tak tertandingi bagi korporasi yang menangani data sensitif, termasuk data pribadi dan korporasi. ESE 11DB/Postgres akan diluncurkan Equnix pada kuartal pertama 2024 dan ketersediaannya akan dirilis secara bertahap hingga tersedia bagi semua platform dan pengguna.

“Kami berkomitmen untuk terus menyediakan solusi TI, salah satunya dengan solusi enkripsi terdepan yang memenuhi kebutuhan keamanan data yang mumpuni. ESE adalah bukti komitmen kami untuk membantu melindungi data sensitif korporasi, hak nasabah atas data mereka, dan membantu korporasi untuk mematuhi Peraturan Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) 2022 di Indonesia,” ungkap Julyanto. (RO/R-2)

 

Sumber: mediaindonesia.com