MICE  

Dua Warga Cikalongwetan Disambar Petir, Satu Tewas

Dua Warga Cikalongwetan Disambar Petir, Satu Tewas

Dua warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat tersambar petir ketika hujan deras melanda. Salah satu korban meninggal dunia setelah dibawa ke rumah.

Korban meninggal yakni Jajang, 50, asal Kampung Sukarasa RT 03 RW 02 Desa Wangunjaya. Sedangkan korban lainnya, Dindin masih selamat dan menjalani perawatan di RSUD Cikalongwetan.

Peristiwa itu bermula saat hujan deras disertai angin kencang dan
halilintar pada Minggu (7/1) sore. Korban Jajang yang sedang melaksanakan salat asar di musala rumahnya tiba-tiba tersambar petir.

“Setelah dicek istrinya, korban sudah tergeletak dalam keadaan meninggal dunia di lokasi. Tempat salat serta atap ruangan musala berasap akibat sambaran petir seperti habis terbakar,” terang Penjabat Kepala Desa Wangunjaya, Pipin Irawan, Senin (8/1).

Sementara Dindin, disambar petir saat dirinya tengah menghangatkan badan di depan perapian sambil mendengarkan musik dari radio. Petir menyambar radio dan bagian punggung korban, sehingga tak sadarkan diri.

“Kondisi Didin sudah mulai membaik, tapi ia masih menjalani perawatan di RSUD Cikalongwetan. Sementara korban meninggal sudah dimakamkan,” ungkapnya.

Selain dua warga tersambar petir, ia melanjutkan, hujan deras juga
mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Pemerintah desa masih melakukan pendataan dampak tanah longsor dan banjir bandang baik terhadap rumah maupun lahan pertanian.

Di wilayah berbeda, tim SAR Gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian satu orang yang tenggelam di Waduk Saguling, Kampung Balong, Kecamatan Cililin.

Korban, pria bernama Oom, 38, dilaporkan terpeleset dan tenggelam saat
menyebrangi rumah apung di lokasi kejadian pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah dilakukan pencarian, pada Senin sekitar pukul 09.45 WIB, tim SAR berhasil menemukan Oom dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Jenazahnya
langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahterimakan kepada pihak
keluarga,” kata Komandan Tim Rescue Basarnas Bandung, Nova Perdiana. (SG)

Dua warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat tersambar petir ketika hujan deras melanda. Salah satu korban meninggal dunia setelah dibawa ke rumah.

Korban meninggal yakni Jajang, 50, asal Kampung Sukarasa RT 03 RW 02 Desa Wangunjaya. Sedangkan korban lainnya, Dindin masih selamat dan menjalani perawatan di RSUD Cikalongwetan.

Peristiwa itu bermula saat hujan deras disertai angin kencang dan

halilintar pada Minggu (7/1) sore. Korban Jajang yang sedang melaksanakan salat asar di musala rumahnya tiba-tiba tersambar petir.

“Setelah dicek istrinya, korban sudah tergeletak dalam keadaan meninggal dunia di lokasi. Tempat salat serta atap ruangan musala berasap akibat sambaran petir seperti habis terbakar,” terang Penjabat Kepala Desa Wangunjaya, Pipin Irawan, Senin (8/1).

Sementara Dindin, disambar petir saat dirinya tengah menghangatkan badan di depan perapian sambil mendengarkan musik dari radio. Petir menyambar radio dan bagian punggung korban, sehingga tak sadarkan diri.

“Kondisi Didin sudah mulai membaik, tapi ia masih menjalani perawatan di RSUD Cikalongwetan. Sementara korban meninggal sudah dimakamkan,” ungkapnya.

Selain dua warga tersambar petir, ia melanjutkan, hujan deras juga

mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Pemerintah desa masih melakukan pendataan dampak tanah longsor dan banjir bandang baik terhadap rumah maupun lahan pertanian.

Di wilayah berbeda, tim SAR Gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian satu orang yang tenggelam di Waduk Saguling, Kampung Balong, Kecamatan Cililin.

Korban, pria bernama Oom, 38, dilaporkan terpeleset dan tenggelam saat

menyebrangi rumah apung di lokasi kejadian pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah dilakukan pencarian, pada Senin sekitar pukul 09.45 WIB, tim SAR berhasil menemukan Oom dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Jenazahnya

langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahterimakan kepada pihak

keluarga,” kata Komandan Tim Rescue Basarnas Bandung, Nova Perdiana. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com