MICE  

Diterjang Pergerakan Tanah, Enam Rumah di Sukabumi Dikosongkan

Diterjang Pergerakan Tanah, Enam Rumah di Sukabumi Dikosongkan

KAMPUNG Cikontrang RT 05/06 Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi dilanda pergerakan tanah. Akibatnya, enam rumah terancam.

Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Sandra Fitria, menjelaskan
pergerakan tanah di wilayah itu dilaporkan terjadi pada Kamis (11/1)
bersamaan hujan deras yang berlangsung lebih dari 4 jam. Usai hujan yang berakhir malam, pergerakan tanah terjadi di wilayah tersebut.

“Hasil asesmen petugas di lapangan, ada enam rumah yang kondisinya terancam akibat pergerakan tanah. Saat ini para penghuni di enam rumah yang terancam itu sudah mengungsi,” kata Sandra, Minggu (14/1).

Di lokasi petugas menemukan retakan tanah sepanjang 60 meter dengan lebar 3-5 sentimeter. Kedalaman di sela retakan itu sekitar 30-50 sentimeter.

“Selain enam rumah yang terancam, pergerakan tanah juga mengancam tiga
petak sawah serta jalan lingkungan,” tuturnya.

BPBD masih terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pasalnya,
dikhawatirkan pergerakan tanah makin meluas mengingat hujan diprediksi
masih akan terjadi.

“Ada 20 jiwa dari enam kepala keluarga yang sekarang mengungsi. Kami terus pantau perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Koordinasi juga dilakukan BPBD dengan pemerintah desa serta unsur
Forkopimcam setempat. Termasuk berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk segera melakukan kajian lapangan.

“Kami akan minta bantuan PVMBG untuk mengkaji layak atau tidaknya lokasi itu kembali ditempati sebagai hunian,” tandasnya. (SG)

KAMPUNG Cikontrang RT 05/06 Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi dilanda pergerakan tanah. Akibatnya, enam rumah terancam.

Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Sandra Fitria, menjelaskan

pergerakan tanah di wilayah itu dilaporkan terjadi pada Kamis (11/1)

bersamaan hujan deras yang berlangsung lebih dari 4 jam. Usai hujan yang berakhir malam, pergerakan tanah terjadi di wilayah tersebut.

“Hasil asesmen petugas di lapangan, ada enam rumah yang kondisinya terancam akibat pergerakan tanah. Saat ini para penghuni di enam rumah yang terancam itu sudah mengungsi,” kata Sandra, Minggu (14/1).

Di lokasi petugas menemukan retakan tanah sepanjang 60 meter dengan lebar 3-5 sentimeter. Kedalaman di sela retakan itu sekitar 30-50 sentimeter.

“Selain enam rumah yang terancam, pergerakan tanah juga mengancam tiga

petak sawah serta jalan lingkungan,” tuturnya.

BPBD masih terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pasalnya,

dikhawatirkan pergerakan tanah makin meluas mengingat hujan diprediksi

masih akan terjadi.

“Ada 20 jiwa dari enam kepala keluarga yang sekarang mengungsi. Kami terus pantau perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Koordinasi juga dilakukan BPBD dengan pemerintah desa serta unsur

Forkopimcam setempat. Termasuk berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk segera melakukan kajian lapangan.

“Kami akan minta bantuan PVMBG untuk mengkaji layak atau tidaknya lokasi itu kembali ditempati sebagai hunian,” tandasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com