MICE  

Dinkes Cianjur Imbau Masyarakat Pakai Masker di Pusat Keramaian

Dinkes Cianjur Imbau Masyarakat Pakai Masker di Pusat Keramaian

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diingatkan kembali menerapkan
protokol kesehatan (prokes). Imbauan itu sebagai upaya antisipasi menyusul mulai meningkatnya kembali kasus covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman
Faisal, mengatakan sejauh ini di Kabupaten Cianjur belum ditemukan adanya kasus covid-19. Namun tentu harus diantisipasi karena diinformasikan kasus covid-19 kembali melonjak.

“Sementara ini kita coba sosialisasikan dan imbauan kepada masyarakat
minimalnya harus menggunakan masker. Terutama di pusat-pusat keramaian. Ini untuk mengantisipasi,” katanya, Selasa (12/12).

Pada prinsipnya, ujar dia, Dinkes Kabupaten Cianjur masih menunggu
arahan dari Kementerian Kesehatan menyikapi kembali merebaknya kasus
covid-19. Jika sudah ada arahan atau surat edaran dari Kemenkes, otomatis daerah harus melaksanakannya.

“Kita sih menunggu surat edarannya seperti apa dari Kemenkes. Kami menunggu arahannya secara tertulis supaya upaya-upaya yang dilakukan bisa seragam di seluruh daerah di Indonesia,” ucap Yusman.

Menurutnya seketat apapun suatu daerah melakukan upaya-upaya
antisipasi, kalau tak didukung daerah lain rasanya percuma. Apalagi
pengalaman sebelumnya saat pandemi covid-19, penyebarannya terjadi karena mobilitas masyarakat yang keluar-masuk.

“Varian baru covid itu sendiri yang saya tahu belum teridentifikasi.
Informasinya kasus covid yang merebak itu di DKI Jakarta. Nah itu belum
teridentifikasi apakah ini varian yang lama yang omicron atau ada varian baru,” ungkapnya.

Termasuk soal pemberian vaksinasi, Yusman kembali menegaskan, Dinkes
Kabupaten Cianjur masih menunggu arahan Kemenkes. Sejauh ini Kemenkes masih mengkaji perlu atau tidaknya dilakukan kembali vaksinasi.

Kalaupun nanti arahan dari Kemenkes harus dilaksanakan kembali vaksinasi, Dinkes Kabupaten Cianjur siap melaksanakannya. Namun tentu harus dibarengi juga dengan ketersediaan vial vaksinnya.

“Stok vaksin yang dulu saat pandemi covid-19 sudah habis. Kalaupun masih tersisa, tentu kondisinya sudah kedaluwarsa. Vaksin itu biasanya tidak bertahan lama. Paling setahun atau dua tahun. Setelah itu vaksin
kedaluwarsa,” pungkasnya. (SG)

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diingatkan kembali menerapkan

protokol kesehatan (prokes). Imbauan itu sebagai upaya antisipasi menyusul mulai meningkatnya kembali kasus covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman

Faisal, mengatakan sejauh ini di Kabupaten Cianjur belum ditemukan adanya kasus covid-19. Namun tentu harus diantisipasi karena diinformasikan kasus covid-19 kembali melonjak.

“Sementara ini kita coba sosialisasikan dan imbauan kepada masyarakat

minimalnya harus menggunakan masker. Terutama di pusat-pusat keramaian. Ini untuk mengantisipasi,” katanya, Selasa (12/12).

Pada prinsipnya, ujar dia, Dinkes Kabupaten Cianjur masih menunggu

arahan dari Kementerian Kesehatan menyikapi kembali merebaknya kasus

covid-19. Jika sudah ada arahan atau surat edaran dari Kemenkes, otomatis daerah harus melaksanakannya.

“Kita sih menunggu surat edarannya seperti apa dari Kemenkes. Kami menunggu arahannya secara tertulis supaya upaya-upaya yang dilakukan bisa seragam di seluruh daerah di Indonesia,” ucap Yusman.

Menurutnya seketat apapun suatu daerah melakukan upaya-upaya

antisipasi, kalau tak didukung daerah lain rasanya percuma. Apalagi

pengalaman sebelumnya saat pandemi covid-19, penyebarannya terjadi karena mobilitas masyarakat yang keluar-masuk.

“Varian baru covid itu sendiri yang saya tahu belum teridentifikasi.

Informasinya kasus covid yang merebak itu di DKI Jakarta. Nah itu belum

teridentifikasi apakah ini varian yang lama yang omicron atau ada varian baru,” ungkapnya.

Termasuk soal pemberian vaksinasi, Yusman kembali menegaskan, Dinkes

Kabupaten Cianjur masih menunggu arahan Kemenkes. Sejauh ini Kemenkes masih mengkaji perlu atau tidaknya dilakukan kembali vaksinasi.

Kalaupun nanti arahan dari Kemenkes harus dilaksanakan kembali vaksinasi, Dinkes Kabupaten Cianjur siap melaksanakannya. Namun tentu harus dibarengi juga dengan ketersediaan vial vaksinnya.

“Stok vaksin yang dulu saat pandemi covid-19 sudah habis. Kalaupun masih tersisa, tentu kondisinya sudah kedaluwarsa. Vaksin itu biasanya tidak bertahan lama. Paling setahun atau dua tahun. Setelah itu vaksin

kedaluwarsa,” pungkasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com