MICE  

Di Hadapan Pengurus Aspekpir, Mentan Ingatkan Pentingnya Hilirisasi Sawit

Di Hadapan Pengurus Aspekpir, Mentan Ingatkan Pentingnya Hilirisasi Sawit

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya hilirisasi kelapa sawit di Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah pada sektor industri pertanian dan perkebunan Indonesia.

“Kita harus dorong hilirisasi, karena dengan hilirisasi kita bisa mendapatkan added value kelapa sawit,” katanya saat menghadiri acara Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Petani Kepala Sawit PIR (Aspekpir) Indonesia sekaligus Focus Group Discussion Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana (Sapras) dan Tumpang Sari, Selasa, (19/12).

Menurut Mentan, Indonesia merupakan negara besar dan kelapa sawit Indonesia merupakan yang terbesar di dunia sehingga Indonesia butuh program pembangunan yang berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan produksi kelapa sawit dalam negeri serta akselerasi, baik pada aspek hilirisasi maupun tata kelola sawit yang perkelanjutan.

Di hadapan para petani kelapa sawit PIR Indonesia tersebut, Mentan berpesan agar asosiasi di bidang petani kelapa sawit ini dapat bersatu dan maju bersama membangun kemajuan sawit di Indonesia karena dengan bersatu, petani memiliki kesamaan suara sehingga akan semakin kuat.

Sementara itu, Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono menegaskan dukungannya terhadap program percepatan peremajaan sawit rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana serta Tumpang Sari yang merupakan program andalan Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional.

Menurut dia, para pengurus dan anggota Aspekpir Indonesia saat ini terus mengupayakan agar pelaksanaan ketiga program tersebut dapat maksimal. “Yang kami harapkan, bagaimana pemerintah dapat meminimalisasi hambatan-hambatan yang disebabkan oleh kebijakan yang diciptakan,” katanya seperti tertera dalam keterangan resminya.

Dirjen Perkebunan Andi Nur Alamsyah menjelaskan jika direktoratnya sedang mereview hambatan-hambatan percepatan PSR maupun Sarpras akibat regulasi yang dibuat. “Dan memang, hambatan PSR atau Sarpras itu ada pada regulasi. Kami sedang benahi saat ini,” katanya.

SeperKetua Dewan Pembina Aspekpir Indonesia Gamal Nasir menekankan pentingnya bagi anggota Aspekpir Indonesia untuk menyukseskan program percepatan PSR, penyerapan dana sarana dan prasarana serta tumpang sari.

“Ketiganya ini merupakan andalan program pemerintah dan Aspekpir Indonesia. Harapannya agar semua hambatan dan kendala dapat diatasi agar target tercapai. Karena memang target PSR per tahun tidak pernah bisa kita capai, termasuk tahun ini dan tahun depan,” katanya. (M-3)



Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya hilirisasi kelapa sawit di Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah pada sektor industri pertanian dan perkebunan Indonesia.

“Kita harus dorong hilirisasi, karena dengan hilirisasi kita bisa mendapatkan added value kelapa sawit,” katanya saat menghadiri acara Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Petani Kepala Sawit PIR (Aspekpir) Indonesia sekaligus Focus Group Discussion Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana (Sapras) dan Tumpang Sari, Selasa, (19/12).

Menurut Mentan, Indonesia merupakan negara besar dan kelapa sawit Indonesia merupakan yang terbesar di dunia sehingga Indonesia butuh program pembangunan yang berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan produksi kelapa sawit dalam negeri serta  akselerasi, baik pada aspek hilirisasi maupun tata kelola sawit yang perkelanjutan.

Di hadapan para petani kelapa sawit PIR Indonesia tersebut, Mentan berpesan agar asosiasi di bidang petani kelapa sawit ini dapat bersatu dan maju bersama membangun kemajuan sawit di Indonesia karena dengan bersatu, petani memiliki kesamaan suara sehingga akan semakin kuat.  

Sementara itu, Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono menegaskan dukungannya terhadap program percepatan peremajaan sawit rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana serta Tumpang Sari yang merupakan program andalan Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional.

Menurut dia, para pengurus dan anggota Aspekpir Indonesia saat ini terus mengupayakan agar pelaksanaan ketiga program tersebut dapat maksimal. “Yang kami harapkan, bagaimana pemerintah dapat meminimalisasi hambatan-hambatan yang disebabkan oleh kebijakan yang diciptakan,” katanya seperti tertera dalam keterangan resminya.

Dirjen Perkebunan Andi Nur Alamsyah menjelaskan jika direktoratnya sedang mereview hambatan-hambatan percepatan PSR maupun Sarpras akibat regulasi yang dibuat. “Dan memang, hambatan PSR atau Sarpras itu ada pada regulasi. Kami sedang benahi saat ini,” katanya.

SeperKetua Dewan Pembina Aspekpir Indonesia Gamal Nasir menekankan pentingnya bagi anggota Aspekpir Indonesia untuk menyukseskan program percepatan PSR, penyerapan dana sarana dan prasarana serta tumpang sari.

“Ketiganya ini merupakan  andalan program pemerintah dan Aspekpir Indonesia. Harapannya agar semua hambatan dan kendala dapat diatasi agar target tercapai. Karena memang target PSR per tahun tidak pernah bisa kita capai, termasuk tahun ini dan tahun depan,” katanya. (M-3)

 

 

Sumber: mediaindonesia.com