MICE  

Di Cirebon, Anies Ungkit Soal Kebebasan berbicara

Di Cirebon, Anies Ungkit Soal Kebebasan berbicara

CALON presiden koalisi perubahan, Anies Baswedan, menyinggung
kebebasan berbicara yang terbelenggu di Indonesia. Dia juga menekankan
pentingnya persatuan dan kesatuan di Indonesia.

“Hari ini kita takut bicara. Menyebut Indonesia dengan wakanda, menyebut Indonesia dengan konoha,” tutur Anies saat memberikan orasi di alun-alun Sangkala Buana, Keraton Kasepuhan, Cirebon, Sabtu (9/12).

Untuk itu, dia menekankan pentingnya kebebasan berbicara yang saat ini sudah sulit untuk dilakukan.

Di depan simpatisan, Anies pun menyinggung pentingnya kembali penguatan
fungsi KPK. “Mereka yang tak bermasalah dikembalikan memimpin KPK lagi.
Jangan dilemahkan dan harus diperkuat lagi,” tuturnya,

Tanpa penguatan KPK lagi, maka negeri ini akan rusak oleh koruptor dan
orang-orang yang culas.

Usai melakukan kampanye dan orasi di alun-alun Keraton Kasepuhan, Anies
pun mengunjungi vihara Dewi Welas Asih yang dibangun pada 1595. Dia disambut hangat oleh komunitas Tionghoa. Bahkan di depan altar Dewi Kwan Im Anies pun didoakan supaya sehat selalu dan dikabulkan apa yang diinginkan.

Pada kesempatan itu Anies mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki persatuan yang kuat. “Kita memiliki Bhinneka Tunggal Ika. Kata kuncinya tunggal. Bagaimana yang beragam jadi satu kesatuan.”

Dia juga menyampaikan agenda perubahan. “Agenda perubahan ini
untuk menghasilkan rasa keadilan. Kami yakin dengan ada rasa keadilan
muncul persatuan. Tidak mungkin kita membangun persatuan tanpa
ketimpangan, persatuan selalu dibangun dalam kesetaraan. Suasana
persatuan akan lebih sulit karena ada nuansa keadilan,” tandasnya. (SG)

CALON presiden koalisi perubahan, Anies Baswedan, menyinggung

kebebasan berbicara yang terbelenggu di Indonesia. Dia juga menekankan

pentingnya persatuan dan kesatuan di Indonesia.

“Hari ini kita takut bicara. Menyebut Indonesia dengan wakanda, menyebut Indonesia dengan konoha,” tutur Anies saat memberikan orasi di alun-alun Sangkala Buana, Keraton Kasepuhan, Cirebon, Sabtu (9/12).

Untuk itu, dia menekankan pentingnya kebebasan berbicara yang saat ini sudah sulit untuk dilakukan.

Di depan simpatisan, Anies pun menyinggung pentingnya kembali penguatan

fungsi KPK. “Mereka yang tak bermasalah dikembalikan memimpin KPK lagi.

Jangan dilemahkan dan harus diperkuat lagi,” tuturnya,

Tanpa penguatan KPK lagi, maka negeri ini akan rusak oleh koruptor dan

orang-orang yang culas.

Usai melakukan kampanye dan orasi di alun-alun Keraton Kasepuhan, Anies

pun mengunjungi vihara Dewi Welas Asih yang dibangun pada 1595. Dia disambut hangat oleh komunitas Tionghoa. Bahkan di depan altar Dewi Kwan Im Anies pun didoakan supaya sehat selalu dan dikabulkan apa yang diinginkan.

Pada kesempatan itu Anies mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki persatuan yang kuat. “Kita memiliki Bhinneka Tunggal Ika. Kata kuncinya tunggal. Bagaimana yang beragam jadi satu kesatuan.”

Dia juga menyampaikan agenda perubahan. “Agenda perubahan ini

untuk menghasilkan rasa keadilan. Kami yakin dengan ada rasa keadilan

muncul persatuan. Tidak mungkin kita membangun persatuan tanpa

ketimpangan,  persatuan selalu dibangun dalam kesetaraan. Suasana

persatuan akan lebih sulit karena ada nuansa keadilan,” tandasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com