MICE  

Cianjur Modis Percepat Penanganan Banjir Genangan saat Hujan

Cianjur Modis Percepat Penanganan Banjir Genangan saat Hujan

TINGGINYA curah hujan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kerap memicu
terjadinya banjir genangan akibat meluapnya drainase. Terutama di wilayah perkotaan yang rawan banjir genangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, tak memungkiri dengan kondisi tersebut. Salah satu solusi yang ditawarkan Dinas PUTR menangani terjadinya potensi itu yakni dengan diluncurkannya aplikasi.

“Aplikasi ini bertujuan meningkatkan layanan infrastruktur. Dalam hal ini terkait kejadian drainase karena banyaknya genangan-genangan, khususnya di wilayah perkotaan,” kata Eri, Senin (11/12).

Dua aplikasi yang merupakan inovasi Dinas PUTR itu yakni Cianjur Mobile
Drainase Information System (Cianjur Modis) dan Sistem Aplikasi Informasi Hidrologi Hidrometri (Sahhi). Sementara ini aplikasi ini baru bisa diimplementasikan di Kecamatan Cianjur dan Cipanas.

“Jadi, aplikasi ini sekaligus juga bisa mendeteksi lebih awal potensi
terjadinya banjir genangan saat musim hujan,” ungkapnya.

Pada aplikasi yang bisa diunduh pada Playstore itu, masyarakat segera
melaporkan seandainya terjadi banjir genangan. Laporan disertai dengan data disertai visualisasi berupa foto.

“Setiap pelaporan langsung diterima operator, sehingga dalam waktu cepat semua genangan bisa terdeteksi. Kemudian tim Dinas PUTR, Dinas Perkim, dan BPBD akan langsung menanganinya,” imbuh Eri.

Penanganan diskenariokan dilakukan dengan jangka pendek dan menengah.
Jangka pendek merupakan penanganan yang dilakukan secara darurat yakni
mengupayakan mengalirkan air supaya tak menggenang.

“Sementara penanganan jangka menengahnya dilakukan dengan perbaikan yang lebih permanen,” tegasnya.

Sementara untuk aplikasi Sahhi lebih condong mendeteksi ketinggian air
sungai. Sebab, kondisi ketinggian air berkaitan dengan saluran irigasi.

“Saat musim hujan seperti sekarang, ketinggian air sungai juga harus
dipantau, sehingga nanti kaitannya dengan irigasi, petugas-petugas pintu bendung ini tahu apa yang harus dilakukan. Misalnya saat banjir, harus secepatnya pintu bendung air dibuka. Pada intinya, aplikasi Sahhi ini mempercepat informasi yang diperoleh,” pungkasnya. (SG)

TINGGINYA curah hujan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kerap memicu

terjadinya banjir genangan akibat meluapnya drainase. Terutama di wilayah perkotaan yang rawan banjir genangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, tak memungkiri dengan kondisi tersebut. Salah satu solusi yang ditawarkan Dinas PUTR menangani terjadinya potensi itu yakni dengan diluncurkannya aplikasi.

“Aplikasi ini bertujuan meningkatkan layanan infrastruktur. Dalam hal ini terkait kejadian drainase karena banyaknya genangan-genangan, khususnya di wilayah perkotaan,” kata Eri, Senin (11/12).

Dua aplikasi yang merupakan inovasi Dinas PUTR itu yakni Cianjur Mobile

Drainase Information System (Cianjur Modis) dan Sistem Aplikasi Informasi Hidrologi Hidrometri (Sahhi). Sementara ini aplikasi ini baru bisa diimplementasikan di Kecamatan Cianjur dan Cipanas.

“Jadi, aplikasi ini sekaligus juga bisa mendeteksi lebih awal potensi

terjadinya banjir genangan saat musim hujan,” ungkapnya.

Pada aplikasi yang bisa diunduh pada Playstore itu, masyarakat segera

melaporkan seandainya terjadi banjir genangan. Laporan disertai dengan data disertai visualisasi berupa foto.

“Setiap pelaporan langsung diterima operator, sehingga dalam waktu cepat semua genangan bisa terdeteksi. Kemudian tim Dinas PUTR, Dinas Perkim, dan BPBD akan langsung menanganinya,” imbuh Eri.

Penanganan diskenariokan dilakukan dengan jangka pendek dan menengah.

Jangka pendek merupakan penanganan yang dilakukan secara darurat yakni

mengupayakan mengalirkan air supaya tak menggenang.

“Sementara penanganan jangka menengahnya dilakukan dengan perbaikan yang lebih permanen,” tegasnya.

Sementara untuk aplikasi Sahhi lebih condong mendeteksi ketinggian air

sungai. Sebab, kondisi ketinggian air berkaitan dengan saluran irigasi.

“Saat musim hujan seperti sekarang, ketinggian air sungai juga harus

dipantau, sehingga nanti kaitannya dengan irigasi, petugas-petugas pintu bendung ini tahu apa yang harus dilakukan. Misalnya saat banjir, harus secepatnya pintu bendung air dibuka. Pada intinya, aplikasi Sahhi ini mempercepat informasi yang diperoleh,” pungkasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com