MICE  

Cegah Anemia Gizi Besi Agar Kecerdasan Terjaga

Cegah Anemia Gizi Besi Agar Kecerdasan Terjaga

KONDISI anemia bisa terjadi apabila jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari jumlah normal. Sel darah merah bertanggung jawab untuk mengirimkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Sementara itu, anemia gizi besi terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi. Kurangnya zat besi di tubuh dapat membuat jumlah sel darah merah berkurang dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

Dr. Mira Dewi dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University mengungkapkan, akibat anemia gizi besi dapat menyebabkan badan terasa lemah, mudah sakit, hingga kecerdasan menurun. Kelompok rentan yang bisa terkena anemia gizi besi antara lain anak balita, remaja putri, dan ibu hamil.

Mira menyampaikan karena penyebab utama anemia gizi besi (AGB) ialah kekurangan asupan zat besi untuk tubuh. Oleh sebab itu, pola makan yang sehat dapat harus diperhatikan. Mira pun lantas membagikan kiat pola makan untuk mencegah terjadinya anemia gizi besi, seperti dilansir dari laman resmi IPB University @ipbofficial:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Zat Besi

Makanan yang kaya akan zat besi seperti daging dan jeroan, ikan, telur, polong-polongan (buncis, kacang merah, kacang hijau, kedelai), dan sayuran hijau (kangkung, sawi, bayam) dapat Anda konsumsi secara rutin untuk mencegah tubuh kekurangan zat besi.

2. Konsumsi Makanan yang Membantu Penyerapan Zat Besi

Beberapa makanan yang dapat membantu penyerapan zat besi antara lain umbi-umbian (kentang, wortel), buah-buahan tinggi vitamin C (jeruk, jambu, mangga), dan sayur-mayur.

3. Hindari Konsumsi Bersamaan Makanan Tinggi Zat Besi dengan Penghambatnya

Setelah menyantap makanan berat, terasa enak untuk minum es teh yang dapat menyegarkan dahaga. Namun, hal tersebut sebaiknya tidak Anda lakukan karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi di tubuh.

Beri jarak setidaknya 2 jam setelah makan, sebelum mengonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi seperti sereal, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang mete), teh, kopi, cokelat, makanan/minuman tinggi kalsium seperti keju dan susu.(M-4)

KONDISI anemia bisa terjadi apabila jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari jumlah normal. Sel darah merah bertanggung jawab untuk mengirimkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. 

Sementara itu, anemia gizi besi terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi. Kurangnya zat besi di tubuh dapat membuat jumlah sel darah merah berkurang dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

Dr. Mira Dewi dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University mengungkapkan, akibat anemia gizi besi dapat menyebabkan badan terasa lemah, mudah sakit, hingga kecerdasan menurun. Kelompok rentan yang bisa terkena anemia gizi besi antara lain anak balita, remaja putri, dan ibu hamil.

Mira menyampaikan karena penyebab utama anemia gizi besi (AGB) ialah kekurangan asupan zat besi untuk tubuh. Oleh sebab itu, pola makan yang sehat dapat harus diperhatikan. Mira pun lantas membagikan kiat pola makan untuk mencegah terjadinya anemia gizi besi, seperti dilansir dari laman resmi IPB University @ipbofficial:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Zat Besi

Makanan yang kaya akan zat besi seperti daging dan jeroan, ikan, telur, polong-polongan (buncis, kacang merah, kacang hijau, kedelai), dan sayuran hijau (kangkung, sawi, bayam) dapat Anda konsumsi secara rutin untuk mencegah tubuh kekurangan zat besi. 

2. Konsumsi Makanan yang Membantu Penyerapan Zat Besi

Beberapa makanan yang dapat membantu penyerapan zat besi antara lain  umbi-umbian (kentang, wortel), buah-buahan tinggi vitamin C (jeruk, jambu, mangga), dan sayur-mayur.

3. Hindari Konsumsi Bersamaan Makanan Tinggi Zat Besi dengan Penghambatnya

Setelah menyantap makanan berat, terasa enak untuk minum es teh yang dapat menyegarkan dahaga. Namun, hal tersebut sebaiknya tidak Anda lakukan karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi di tubuh. 

Beri jarak setidaknya 2 jam setelah makan, sebelum mengonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi seperti sereal, kacang-kacangan (kacang tanah, kacang mete), teh, kopi, cokelat, makanan/minuman tinggi kalsium seperti keju dan susu.(M-4)

Sumber: mediaindonesia.com