MICE  

Capaian Kinerja Badan Bahasa 2023 Tuai Apresiasi

Capaian Kinerja Badan Bahasa 2023 Tuai Apresiasi

BADAN Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek terus berkomitmen meningkatkan kinerja guna membentuk organisasi yang bermartabat dan bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat. Sejak pertengahan tahun Badan Bahasa ntelah mengubah cara kerja menjadi luar biasa yang berfokus pada pola pikir, program, dan anggaran.

“Untuk mewujudkan organisasi bermartabat dan bermanfaat dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak dan terus melakukan percepatan dengan berfokus pada penyelenggaraan program prioritas yang dapat melahirkan pemanfaatan secara masif di masyarakat,” ujar Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz saat Taklimat Media: Kata Kita Tahun Ini dan Capaian Kinerja Badan Bahasa 2023′ di Jakarta, Jumat (8/12).

Aminudin mengemukakan, tiga program prioritas yang telah dilakukan Badan Bahasa antara lain Pelindungan Bahasa dan Sastra, Literasi Kebahasaan dan Kesastraan, serta Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Ketiga program tersebut diampu oleh empat satuan kerja pusat yakni Sekretariat Badan Bahasa, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, dan Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa serta 30 unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Bahasa yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. “Ketiga program prioritas tersebut dilaksanakan dengan nilai dasar pelaksanaan program, yaitu fokus, berkelanjutan, dan kolaborasi,” jelasnya.

Beberapa capaian kinerja 2023 telah mengangkat muruah Badan Bahasa sebagai lembaga kebahasaan yang memiliki tugas untuk melaksanakan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan di bidang bahasa dan sastra. Selain penganugerahan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia kepada M Tabrani, tokoh yang berasal dari Jawa Timur, jelas Aminudin capaian besar lainnya tahun ini adalah ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum (General Conference) UNESCO pada 20 November 2023. “Bagi kami capaian ini sangat menggembirakan juga menggetarkan,” tandas Aminudin.

Dia menambahkan Badan Bahasa telah melaksanakan peningkatan literasi generasi muda yang berjumlah 14.829 orang (745 di DKI Jakarta dan 14.084 di provinsi lainnya) pada 2023 di 34 provinsi. Indeks Kemahiran Berbahasa Indonesia pada 2023 naik menjadi 88,07%.

Dalam hal keilmuan, Badan Bahasa telah menerbitkan edisi spesial Lexicography: Journal of Asialex (terindeks Scopus) dengan tema “Indonesian Lexicography”. Pada tahun ini pula, bersamaan dengan acara Seminar Leksikografi Indonesia, Badan Bahasa meluncurkan dua kamus bidang ilmu pertahanan yaitu Kamus Strategi Pertahanan Udara dan Kamus Damai dan Resolusi Konflik. Selain itu, informasi etimologi, pelafalan dan penulisan yang sudah sesuai dengan kaidah terbaru, perbaikan definisi, dan aplikasi kompilasi kamus telah disempurnakan dalam peluncuran KBBI VI pada 28 Oktober 2023.

Walau demikian, jelasnya, Badan Bahasa menengarai ancaman kepunahan bahasa daerah makin hari makin kuat. UNESCO pada 2018 mengklaim bahwa setiap dua minggu, ada satu bahasa yang punah. “Karena itu, keinginan untuk melestarikan bahasa daerah harus menjadi sebuah gerakan bersama,” jelasnya.

Lebih jauh disebutkan, peningkatan fungsi bahasa Indonesia juga dilakukan Badan Bahasa. Saat ini, tercatat sebanyak 54 negara terfasilitasi program BIPA, 523 lembaga penyelenggara program BIPA, 172.029 orang pemelajar BIPA, serta 1.857 penugasan pengajar BIPA.

“Upaya lainnya adalah Pemerintah Republik Indonesia, melalui Badan Bahasa, Kemendikbudristek, telah mengusulkan bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa resmi pada Sidang Umum (General Conference) UNESCO. Upaya ini telah membuahkan hasil dengan ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pada sidang umum UNESCO pada 20 November 2023,” ujar Aminudin.

Upaya lain yang dilakukan oleh Badan Bahasa dalam internasionalisasi bahasa Indonesia adalah dengan pemberian dukungan dan partisipasi dalam KTT ASEAN 2023. “Badan Bahasa menerbitkan buku Cerita Anak ASEAN dari 11 negara anggota ASEAN yang ditulis dalam bahasa negara anggota ASEAN dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dijadikan buah tangan dari Badan Bahasa, Kemendikbudristek untuk para delegasi dalam pertemuan KTT ASEAN Tahun 2023,” tambahnya. (RO/R-2)

BADAN Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek terus berkomitmen meningkatkan kinerja guna membentuk organisasi yang bermartabat dan bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat. Sejak pertengahan tahun Badan Bahasa ntelah mengubah cara kerja menjadi luar biasa yang berfokus pada pola pikir, program, dan anggaran.

“Untuk mewujudkan organisasi bermartabat dan bermanfaat dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak dan terus melakukan percepatan dengan berfokus pada penyelenggaraan program prioritas yang dapat melahirkan pemanfaatan secara masif di masyarakat,” ujar Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz saat Taklimat Media: Kata Kita Tahun Ini dan Capaian Kinerja Badan Bahasa 2023′ di Jakarta, Jumat (8/12).

Aminudin mengemukakan, tiga program prioritas yang telah dilakukan Badan Bahasa antara lain Pelindungan Bahasa dan Sastra, Literasi Kebahasaan dan Kesastraan, serta Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Ketiga program tersebut diampu oleh empat satuan kerja pusat yakni Sekretariat Badan Bahasa, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, dan Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa serta 30 unit pelaksana teknis di lingkungan Badan Bahasa yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia. “Ketiga program prioritas tersebut dilaksanakan dengan nilai dasar pelaksanaan program, yaitu fokus, berkelanjutan, dan kolaborasi,” jelasnya.

Beberapa capaian kinerja 2023 telah mengangkat muruah Badan Bahasa sebagai lembaga kebahasaan yang memiliki tugas untuk melaksanakan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan di bidang bahasa dan sastra. Selain penganugerahan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia kepada M Tabrani, tokoh yang berasal dari Jawa Timur, jelas Aminudin capaian besar lainnya tahun ini adalah ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum (General Conference) UNESCO pada 20 November 2023. “Bagi kami capaian ini sangat menggembirakan juga menggetarkan,” tandas Aminudin.

Dia menambahkan Badan Bahasa telah melaksanakan peningkatan literasi generasi muda yang berjumlah 14.829 orang (745 di DKI Jakarta dan 14.084 di provinsi lainnya) pada 2023 di 34 provinsi. Indeks Kemahiran Berbahasa Indonesia pada 2023 naik menjadi 88,07%.

Dalam hal keilmuan, Badan Bahasa telah menerbitkan edisi spesial Lexicography: Journal of Asialex (terindeks Scopus) dengan tema “Indonesian Lexicography”. Pada tahun ini pula, bersamaan dengan acara Seminar Leksikografi Indonesia, Badan Bahasa meluncurkan dua kamus bidang ilmu pertahanan yaitu Kamus Strategi Pertahanan Udara dan Kamus Damai dan Resolusi Konflik. Selain itu, informasi etimologi, pelafalan dan penulisan yang sudah sesuai dengan kaidah terbaru, perbaikan definisi, dan aplikasi kompilasi kamus telah disempurnakan dalam peluncuran KBBI VI pada 28 Oktober 2023.

Walau demikian, jelasnya, Badan Bahasa menengarai ancaman kepunahan bahasa daerah makin hari makin kuat. UNESCO pada 2018 mengklaim bahwa setiap dua minggu, ada satu bahasa yang punah. “Karena itu, keinginan untuk melestarikan bahasa daerah harus menjadi sebuah gerakan bersama,” jelasnya.

Lebih jauh disebutkan, peningkatan fungsi bahasa Indonesia juga dilakukan Badan Bahasa. Saat ini, tercatat sebanyak 54 negara terfasilitasi program BIPA, 523 lembaga penyelenggara program BIPA, 172.029 orang pemelajar BIPA, serta 1.857 penugasan pengajar BIPA.

“Upaya lainnya adalah Pemerintah Republik Indonesia, melalui Badan Bahasa, Kemendikbudristek, telah mengusulkan bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa resmi pada Sidang Umum (General Conference) UNESCO. Upaya ini telah membuahkan hasil dengan ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pada sidang umum UNESCO pada 20 November 2023,” ujar Aminudin.

Upaya lain yang dilakukan oleh Badan Bahasa dalam internasionalisasi bahasa Indonesia adalah dengan pemberian dukungan dan partisipasi dalam KTT ASEAN 2023. “Badan Bahasa menerbitkan buku Cerita Anak ASEAN dari 11 negara anggota ASEAN yang ditulis dalam bahasa negara anggota ASEAN dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dijadikan buah tangan dari Badan Bahasa, Kemendikbudristek untuk para delegasi dalam pertemuan KTT ASEAN Tahun 2023,” tambahnya. (RO/R-2)

Sumber: mediaindonesia.com