MICE  

Camping sambil Berwisata di Lembang semakin Diminati

Camping sambil Berwisata di Lembang semakin Diminati

WISATA camping menjadi salah satu pilihan masyarakat merayakan tahun baru. Selain bisa menghirup udara segar, kegiatan berkemah di alam terbuka juga bisa menikmati suasana hening dan tenang jauh dari kebisingan kota.

Salah satu lokasi favorit wisatawan adalah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari Kota Bandung, banyak wisatawan yang menghabiskan momen malam pergantian tahun dengan berkemah.

Ada ribuan pengunjung memadati area perkemahan yang pengelolaannya berada di bawah Perhutani Alam Wisata (Palawi). Sekitar pukul 16.00 WIB, pengunjung sudah mulai berdatangan untuk persiapan dengan mendirikan tenda seperti yang terpantau di Geger Bintang Matahari Desa Jayagiri, Lembang.

Salah seorang pengunjung, Rendi, 35, mengaku, memilih berkemah untuk
mengisi pergantian tahun baru karena momennya hanya satu tahun sekali.
“Camping bareng-bareng teman dari Cicadas Bandung. Memang sudah
direncanakan sejak seminggu lalu, sekalian mau lihat sunrise di awal tahun 2024,” ucap Rendi, Minggu (31/12) malam.

GM Palawi Area Bisnis Wilayah Barat, Komarudin mengatakan, beberapa lokasi tempat camping favorit seperti Cikole, Geger Bintang Matahari dan Ranca Upas di Kabupaten Bandung dipadati pengunjung.

“Tingkat kunjungan naik dibanding hari weekend biasa, bahkan khusus malam tahun baru full booking,” ungkapnya.

Bahkan sejak minggu siang, pihaknya tidak menerima lagi reservasi karena hampir seluruhnya sudah terisi penuh dipesan oleh pengunjung.

“Dari Jayagiri Resort, kemudian area camping Grend Grass terisi penuh.
Sejak siang ada pengunjung yang kita tolak karena full capacity,” bebernya.

Tidak seperti biasanya, pada perayaan malam pergantian tahun kali ini
rata-rata pengunjung didominasi keluarga yang membawa kendaraan ke dalam area lokasi camping alias campervan.

“Sekarang ada perubahan budaya camping. Dulu pengunjung benar-benar camping mandiri dengan mendaki, bawa tas dan pasang tenda sendiri. Tapi sekarang didominasi campervan, camping dengan bawa keluarga, suami istri bawa anak, lantas pengunjung mendirikan tenda di sekitar tempat mobil parkir,” jelasnya. (SG)

WISATA camping menjadi salah satu pilihan masyarakat merayakan tahun baru. Selain bisa menghirup udara segar, kegiatan berkemah di alam terbuka juga bisa menikmati suasana hening dan tenang jauh dari kebisingan kota.

Salah satu lokasi favorit wisatawan adalah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari Kota Bandung, banyak wisatawan yang menghabiskan momen malam pergantian tahun dengan berkemah.

Ada ribuan pengunjung memadati area perkemahan yang pengelolaannya berada di bawah Perhutani Alam Wisata (Palawi). Sekitar pukul 16.00 WIB, pengunjung sudah mulai berdatangan untuk persiapan dengan mendirikan tenda seperti yang terpantau di Geger Bintang Matahari Desa Jayagiri, Lembang.

Salah seorang pengunjung, Rendi, 35, mengaku, memilih berkemah untuk

mengisi pergantian tahun baru karena momennya hanya satu tahun sekali.

“Camping bareng-bareng teman dari Cicadas Bandung. Memang sudah

direncanakan sejak seminggu lalu, sekalian mau lihat sunrise di awal tahun 2024,” ucap Rendi, Minggu (31/12) malam.

GM Palawi Area Bisnis Wilayah Barat, Komarudin mengatakan, beberapa lokasi tempat camping favorit seperti Cikole, Geger Bintang Matahari dan Ranca Upas di Kabupaten Bandung dipadati pengunjung.

“Tingkat kunjungan naik dibanding hari weekend biasa, bahkan khusus malam tahun baru full booking,” ungkapnya.

Bahkan sejak minggu siang, pihaknya tidak menerima lagi reservasi karena hampir seluruhnya sudah terisi penuh dipesan oleh pengunjung.

“Dari Jayagiri Resort, kemudian area camping Grend Grass terisi penuh.

Sejak siang ada pengunjung yang kita tolak karena full capacity,” bebernya.

Tidak seperti biasanya, pada perayaan malam pergantian tahun kali ini

rata-rata pengunjung didominasi keluarga yang membawa kendaraan ke dalam area lokasi camping alias campervan.

“Sekarang ada perubahan budaya camping. Dulu pengunjung benar-benar camping mandiri dengan mendaki, bawa tas dan pasang tenda sendiri. Tapi sekarang didominasi campervan, camping dengan bawa keluarga, suami istri bawa anak, lantas pengunjung mendirikan tenda di sekitar tempat mobil parkir,” jelasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com