MICE  

Caleg di Kota Tasikmalaya Diimbau Terlibat Penanganan Tengkes

Caleg di Kota Tasikmalaya Diimbau Terlibat Penanganan Tengkes

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya menggulirkan program One ASN On Stunting di wilayahnya. Bersama gerakan yang lain, program ini berhasil menurunkan angka prevalensi tengkes di wilayah ini.

“Untuk mengentaskan angka stunting perlu kerja gotong royong. Dengan kerja sama dan beragam program itu, jumlah anak stunting pada 2022 lalu mencapai 5.800 bisa diturunkan menjadi 4.767 orang anak pada 2023,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, Minggu (14/1).

Program One ASN One Stunting, lanjutnya, sudah membantu 691 anak yang kini sudah bisa hidup normal. Namun, untuk asupan gizi mereka, bantuan tetap diberikan.

Dia berharap tahun ini tidak kasus tengkes baru lagi di Kota Tasikmalaya.

Sementara program penanggulangan juga terus diperluas. Pemkot Tasikmalaya juga mengajak calon anggota legeslatif baik di DPRD kota, DPRD provinsi dan DPR RI untuk terlibat.

Kehadiran mereka akan menambah jumlah elemen yang terlibat dalam penanganan tengkes, yang saat ini melibatkan Dinas Sosial, KB, Baznas, Babinsa, Polsek, dan Posyandu.

Sementara itu, Kader Posyandu Kecamatan Tawang, Wahyuni, mengatakan, pemberian makan tambahan masih terus berjalan. Setiap satu bulan sekali, anak tengkes mendapat bantuan telur, daging ayam, dan susu.

Para orangtua setiap hari juga harus menyiapkan telur rebus, sayur sop, buah-buahan. Pemberian makanan diawasi kader posyandu. (SG)

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya menggulirkan program One ASN On Stunting di wilayahnya. Bersama gerakan yang lain, program ini berhasil menurunkan angka prevalensi tengkes di wilayah ini.

“Untuk mengentaskan angka stunting perlu kerja gotong royong. Dengan kerja sama dan beragam program itu, jumlah anak stunting pada 2022 lalu mencapai 5.800 bisa diturunkan menjadi 4.767 orang anak pada 2023,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, Minggu (14/1).

Program One ASN One Stunting, lanjutnya, sudah membantu 691 anak yang kini sudah bisa hidup normal. Namun, untuk asupan gizi mereka, bantuan tetap diberikan.

Dia berharap tahun ini tidak kasus tengkes baru lagi di Kota Tasikmalaya.

Sementara program penanggulangan juga terus diperluas. Pemkot Tasikmalaya juga mengajak calon anggota legeslatif baik di DPRD kota, DPRD provinsi dan DPR RI untuk terlibat.

Kehadiran mereka akan menambah jumlah elemen yang terlibat dalam penanganan tengkes, yang saat ini melibatkan Dinas Sosial, KB, Baznas, Babinsa, Polsek, dan Posyandu.

Sementara itu, Kader Posyandu Kecamatan Tawang, Wahyuni, mengatakan, pemberian makan tambahan masih terus berjalan. Setiap satu bulan sekali, anak tengkes mendapat bantuan telur, daging ayam, dan susu.

Para orangtua setiap hari juga harus menyiapkan telur rebus, sayur sop, buah-buahan. Pemberian makanan diawasi kader posyandu. (SG)

 

Sumber: mediaindonesia.com