MICE  

BPBD Pangandaran Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor

BPBD Pangandaran Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan pergerakan tanah di musim penghujan. Kesiapsiagaan harus dilakukan dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Untung Saeful Rokhman mengatakan hujan di wilayahnya masih batas normal. Hujan masih jarang terjadi.

“Belum ada kejadian bencana. Tapi, kami tetap minta masyarakat waspada, karena bencana sudah terjadi di banyak wilayah,” ujarnya, Rabu (6/12).

Kesiapsiagaan, lanjutnya, harus dilakukan karena ada beberapa wilayah yang jadi langganan banjir. Di antaranya di wilayah Kalipucang yang rawan luapan Sungai Citanduy.

“Genangan di wilayah ini bisa mencapai satu minggu. Sementara ancaman tanah longsor berada di Kecamatan Cigugur dan Langkaplancar,” tambah Untung.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin, meminta 27 kabupaten/kota di Jabar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi terjadinya bencana saat musim hujan, khususnya banjir dan tanah longsor. Pemprov Jabar pun menetapkan status siaga darurat bencana, yang diberlakukan mulai 9 November 2023 sampai 31 Mei 2024. (SG)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan pergerakan tanah di musim penghujan. Kesiapsiagaan harus dilakukan dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Untung Saeful Rokhman mengatakan hujan di wilayahnya masih batas normal. Hujan masih jarang terjadi.

“Belum ada kejadian bencana. Tapi, kami tetap minta masyarakat waspada, karena bencana sudah terjadi di banyak wilayah,” ujarnya, Rabu (6/12).

Kesiapsiagaan, lanjutnya, harus dilakukan karena ada beberapa wilayah yang jadi langganan banjir. Di antaranya di wilayah Kalipucang yang rawan luapan Sungai Citanduy.

“Genangan di wilayah ini bisa mencapai satu minggu. Sementara ancaman tanah longsor berada di Kecamatan Cigugur dan Langkaplancar,” tambah Untung.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin, meminta 27 kabupaten/kota di Jabar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi terjadinya bencana saat musim hujan, khususnya banjir dan tanah longsor. Pemprov Jabar pun menetapkan status siaga darurat bencana, yang diberlakukan mulai 9 November 2023 sampai 31 Mei 2024. (SG)

 

Sumber: mediaindonesia.com