MICE  

Beri Edukasi Tumbuh Kembang Anak, PrimaKu Gelar Parenthood Institute

Beri Edukasi Tumbuh Kembang Anak, PrimaKu Gelar Parenthood Institute

PRIMAKU menggelar Parenthood Institute: Building Solid Family and Healthier Child yang diikuti oleh lebih dari 8.000 orang tua di Indonesia pada Minggu (10/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai tumbuh kembang anak.

Sebagai pelopor ekosistem digital parenting yang bertujuan untuk membantu para orang tua memantau tumbuh kembang anak di 1000 hari pertama kehidupan anak, PrimaKu terus mengembangkan ekosistemnya dengan mengembangkan fitur aplikasi terbaru seperti Booking Vaksin dan Produk Rekomendasi. Selain itu, PrimaKu juga melaksanakan program edukasi, salah satunya Parenthood Institute.

CEO PrimaKu Muhammad Indraputra menjelaskan, salah satu tujuan diadakannya Parenthood Institute adalah menciptakan ekosistem yang holistik dan mempermudah orang tua demi menekan angka stunting di Indonesia.

Setelah menunjukkan rapor yang positif dengan 97% anak yang terdaftar di PrimaKu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik serta terhindar dari stunting di

tahun 2022, tahun ini PrimaKu fokus untuk meningkatkan jangkauan vaksinasi anak di seluruh Indonesia demi memperbaiki kualitas kesehatan anak dan jangkauan vaksinasi yang sempat menurun.

Indraputra mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan ratusan fasilitas kesehatan yang memiliki layanan vaksinasi di 33 provinsi di Indonesia. Fitur booking vaksin PrimaKu menunjukkan hasil yang positif dengan menyalurkan ribuan vaksin anak di tahun 2023.

“Didukung oleh edukasi menyeluruh dan pemahaman tentang pentingnya vaksin, program seperti Parenthood Institute pastinya akan menjadi katalis yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kita bersama meningkatkan kualitas kesehatan anak dan keluarga dengan merata di Indonesia,” kata Indraputra, melalui keterangannya, Minggu (10/12).

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Kesejahteraan Anggota IDAI Bernie Endyarni Medise menambahkan, berdasarkan data Profil Kesehatan Ibu dan Anak, lebih dari 37% anak tidak mendapatkan vaksinasi lengkap sehingga rentan terhadap

penyakit yang bisa dicegah. Edukasi menyeluruh tentang vaksinasi anak, kemudahan akses konsultasi dan fasilitas kesehatan melalui teknologi pastinya bisa memberikan dampak positif yang nyata.

“Oleh karena itu, IDAI selalu mendukung kegiatan PrimaKu sebagai partner resmi dalam penyelenggaraan program edukasi seperti Parenthood Institute,” ujarnya.

Senada, Direktur Eksekutif International Pediatric Association (IPA) Aman Bhakti Pulungan menambahkan, stunting adalah permasalahan kompleks yang indikatornya harus ditinjau secara komprehensif dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Berdasarkan program intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI, data di tahun 2021 menunjukkan ada 6,5 juta dari 22 juta balita tidak dipantau tumbuh kembangnya secara rutin.

Selain, nutrisi, vaksinasi, dan hal lainnya, deteksi dini juga menjadi faktor penting untuk dilakukan para orang tua.

“Semoga di masa mendatang, tidak hanya pencegahan tetapi juga deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan bisa dipermudah melalui teknologi dan bisa menjadi pengembangan aplikasi PrimaKu sebagai ekosistem kesehatan anak yang

holistik yang juga menjadi penyelenggara acara Parenthood Institute ini,” kata Aman. (Z-6)







PRIMAKU menggelar Parenthood Institute: Building Solid Family and Healthier Child yang diikuti oleh lebih dari 8.000 orang tua di Indonesia pada Minggu (10/12). Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai tumbuh kembang anak.

Sebagai pelopor ekosistem digital parenting yang bertujuan untuk membantu para orang tua memantau tumbuh kembang anak di 1000 hari pertama kehidupan anak, PrimaKu terus mengembangkan ekosistemnya dengan mengembangkan fitur aplikasi terbaru seperti Booking Vaksin dan Produk Rekomendasi. Selain itu, PrimaKu juga melaksanakan program edukasi, salah satunya Parenthood Institute.

CEO PrimaKu Muhammad Indraputra menjelaskan, salah satu tujuan diadakannya Parenthood Institute adalah menciptakan ekosistem yang holistik dan mempermudah orang tua demi menekan angka stunting di Indonesia. 

Setelah menunjukkan rapor yang positif dengan 97% anak yang terdaftar di PrimaKu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik serta terhindar dari stunting di

tahun 2022, tahun ini PrimaKu fokus untuk meningkatkan jangkauan vaksinasi anak di seluruh Indonesia demi memperbaiki kualitas kesehatan anak dan jangkauan vaksinasi yang sempat menurun.

Indraputra mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan ratusan fasilitas kesehatan yang memiliki layanan vaksinasi di 33 provinsi di Indonesia. Fitur booking vaksin PrimaKu menunjukkan hasil yang positif dengan menyalurkan ribuan vaksin anak di tahun 2023.

“Didukung oleh edukasi menyeluruh dan pemahaman tentang pentingnya vaksin, program seperti Parenthood Institute pastinya akan menjadi katalis yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kita bersama meningkatkan kualitas kesehatan anak dan keluarga dengan merata di Indonesia,” kata Indraputra, melalui keterangannya, Minggu (10/12).

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Kesejahteraan Anggota IDAI Bernie Endyarni Medise menambahkan, berdasarkan data Profil Kesehatan Ibu dan Anak, lebih dari 37% anak tidak mendapatkan vaksinasi lengkap sehingga rentan terhadap

penyakit yang bisa dicegah. Edukasi menyeluruh tentang vaksinasi anak, kemudahan akses konsultasi dan fasilitas kesehatan melalui teknologi pastinya bisa memberikan dampak positif yang nyata. 

“Oleh karena itu, IDAI selalu mendukung kegiatan PrimaKu sebagai partner resmi dalam penyelenggaraan program edukasi seperti Parenthood Institute,” ujarnya. 

Senada, Direktur Eksekutif International Pediatric Association (IPA) Aman Bhakti Pulungan menambahkan, stunting adalah permasalahan kompleks yang indikatornya harus ditinjau secara komprehensif dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Berdasarkan program intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI, data di tahun 2021 menunjukkan ada 6,5 juta dari 22 juta balita tidak dipantau tumbuh kembangnya secara rutin.

Selain, nutrisi, vaksinasi, dan hal lainnya, deteksi dini juga menjadi faktor penting untuk dilakukan para orang tua. 

“Semoga di masa mendatang, tidak hanya pencegahan tetapi juga deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan bisa dipermudah melalui teknologi dan bisa menjadi pengembangan aplikasi PrimaKu sebagai ekosistem kesehatan anak yang

holistik yang juga menjadi penyelenggara acara Parenthood Institute ini,” kata Aman. (Z-6)

 

 

 

 

Sumber: mediaindonesia.com