MICE  

Baznas Tegaskan Komitmen Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat

Baznas Tegaskan Komitmen Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat

SEBAGAI garda terdepan dalam pemberdayaan ekonomi umat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI tidak hanya menjadi lembaga pengumpul dan mendistribusikan dana, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mandiri. Dengan terus mengembangkan program-program inovatif dan inklusif, Baznas menjadi agen perubahan yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan zakat, tetapi juga pada pembangunan masyarakat yang lebih kuat dan berdaya.

“Baznas berharap dapat memberikan teladan bagi lembaga amil zakat lainnya untuk tetap fokus pada misi utamanya yaitu melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat,” ungkap Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam keterangan yang diterima, Selasa (16/1).

Dikatakan Noor Achmad, hasil survei dan studi Charities Aid Foundation (CAF), lembaga international yang berbasis di Inggris, menempatkan Indonesia sebagai negara berpenduduk paling dermawan di dunia menurut CAF Giving Index 2018. Sejak itu hingga 2023, Indonesia berturut-turut menempati nomor urut satu terdermawan di dunia melampaui 146 negara yang disurvei CAF.

“Inilah bukti kebangkitan filantropi di negeri ini. Hal itu beriringan dengan praktik berderma di Indonesia yang faktanya memang terus meningkat, jumlah lembaga filantropi yang semakin banyak, dan jumlah dana zakat dan sedekah yang terhimpun juga kian membesar. Penghimpunan dana-dana sosial di Indonesia, terus naik drastis setiap tahun,” jelasnya.

Namun, jelasnya, tahun politik seperti saat ini selalu menjadi masa yang dinamis dan penuh tantangan bagi berbagai lembaga filantropi di Indonesia. Di tengah gejolak politik menjelang Pemilihan Umum 2024, jelas Noor Achmad, Baznas meneguhkan berkomitmen untuk tetap menjaga netralitas dan independensi. “Baznas, sebagai amil zakat negara di Indonesia, menganggap netralitasnya sebagai modal utama untuk mempertahankan integritas dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Melalui perannya sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial dan keagamaan lainnya (DSKL), Baznas memastikan bahwa sumber daya yang dikelolanya tidak terlibat dalam dinamika politik yang bisa mengganggu netralitasnya.

“Menghadapi pemilihan umum adalah sebuah tantangan besar, terutama ketika masyarakat diwarnai oleh polarisasi dan berbagai kepentingan yang saling bertabrakan. Baznas, sebagai lembaga yang menangani dana zakat, infak, sedekah dan DSKL, menemui sejumlah tantangan terkait netralitasnya,” jelasnya.

Dikatakan, Baznas dengan tegas menyampaikan komitmen untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Baznas merupakan lembaga yang berkomitmen melayani masyarakat dannNetralitas adalah kunci integritas dan public trust.

“Inilah cerminan sikap tegas Baznas RI dalam menjaga fokus pada tugas utamanya, yaitu mengelola dana zakat, infak, sedekah dan DSKL secara transparan dan akuntabel demi kesejahteraan umat. Baznas juga tidak akan memberikan dukungan finansial kepada partai politik atau kandidat tertentu, sejalan dengan prinsip netralitas yang dianut,” tegas Noor Achmad.

“Baznas tidak hanya memberikan pernyataan komitmen netralitas, tetapi juga mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan netralitasnya terjaga. Baznas juga memastikan bahwa seluruh staf dan pengelola dana zakat memiliki pemahaman yang mendalam tentang arti netralitas dalam konteks pekerjaan. Karena itu, Baznas melibatkan seluruh amil dalam sosialisasi mendalam mengenai prinsip-prinsip netralitas yang harus dijunjung tinggi,” pungkasnya. (RO/R-2)

SEBAGAI garda terdepan dalam pemberdayaan ekonomi umat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI tidak hanya menjadi lembaga pengumpul dan mendistribusikan dana, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mandiri. Dengan terus mengembangkan program-program inovatif dan inklusif, Baznas menjadi agen perubahan yang tidak hanya berfokus pada keberlanjutan zakat, tetapi juga pada pembangunan masyarakat yang lebih kuat dan berdaya.

“Baznas berharap dapat memberikan teladan bagi lembaga amil zakat lainnya untuk tetap fokus pada misi utamanya yaitu melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umat,” ungkap Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam keterangan yang diterima, Selasa (16/1).

Dikatakan Noor Achmad, hasil survei dan studi Charities Aid Foundation (CAF), lembaga international yang berbasis di Inggris, menempatkan Indonesia sebagai negara berpenduduk paling dermawan di dunia menurut CAF Giving Index 2018. Sejak itu hingga 2023, Indonesia berturut-turut menempati nomor urut satu terdermawan di dunia melampaui 146 negara yang disurvei CAF.

“Inilah bukti kebangkitan filantropi di negeri ini. Hal itu beriringan dengan praktik berderma di Indonesia yang faktanya memang terus meningkat, jumlah lembaga filantropi yang semakin banyak, dan jumlah dana zakat dan sedekah yang terhimpun juga kian membesar. Penghimpunan dana-dana sosial di Indonesia, terus naik drastis setiap tahun,” jelasnya.

Namun, jelasnya, tahun politik seperti saat ini selalu menjadi masa yang dinamis dan penuh tantangan bagi berbagai lembaga filantropi di Indonesia. Di tengah gejolak politik menjelang Pemilihan Umum 2024, jelas Noor Achmad, Baznas meneguhkan berkomitmen untuk tetap menjaga netralitas dan independensi. “Baznas, sebagai amil zakat negara di Indonesia, menganggap netralitasnya sebagai modal utama untuk mempertahankan integritas dan kepercayaan publik,” tegasnya.

Melalui perannya sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial dan keagamaan lainnya (DSKL), Baznas memastikan bahwa sumber daya yang dikelolanya tidak terlibat dalam dinamika politik yang bisa mengganggu netralitasnya.

“Menghadapi pemilihan umum adalah sebuah tantangan besar, terutama ketika masyarakat diwarnai oleh polarisasi dan berbagai kepentingan yang saling bertabrakan. Baznas, sebagai lembaga yang menangani dana zakat, infak, sedekah dan DSKL, menemui sejumlah tantangan terkait netralitasnya,” jelasnya.

Dikatakan, Baznas dengan tegas menyampaikan komitmen untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Baznas merupakan lembaga yang berkomitmen melayani masyarakat dannNetralitas adalah kunci integritas dan public trust.

“Inilah cerminan sikap tegas Baznas RI dalam menjaga fokus pada tugas utamanya, yaitu mengelola dana zakat, infak, sedekah  dan DSKL secara transparan dan akuntabel demi kesejahteraan umat. Baznas juga tidak akan memberikan dukungan finansial kepada partai politik atau kandidat tertentu, sejalan dengan prinsip netralitas yang dianut,” tegas Noor Achmad.

“Baznas tidak hanya memberikan pernyataan komitmen netralitas, tetapi juga mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan netralitasnya terjaga. Baznas juga memastikan bahwa seluruh staf dan pengelola dana zakat memiliki pemahaman yang mendalam tentang arti netralitas dalam konteks pekerjaan. Karena itu, Baznas melibatkan seluruh amil dalam sosialisasi mendalam mengenai prinsip-prinsip netralitas yang harus dijunjung tinggi,” pungkasnya. (RO/R-2)

 

Sumber: mediaindonesia.com