MICE  

Baznas Garut Salurkan Bantuan Modal Cegah Tengkes

Baznas Garut Salurkan Bantuan Modal Cegah Tengkes

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut menyalurkan bantuan modal usaha kepada 23 kepala keluarga di 3 desa dan kelurahan yang rentan kasus tengkes. Ketiganya ialah Desa Surabaya, Kecamatan Limbangan; Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul dan Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut Kota.

Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Effendi mengatakan, Baznas berkomitmen memberikan intervensi berkelanjutan kepada keluarga tengkes. Mereka menyasar keluarga yang memiliki usaha kecil.

“Dengan pemberian modal, mereka dapat meningkatkan kondisi ekonomi dan kesehatan anak-anak. Bantuan senilai Rp1 juta diberikan kepada keluarga berisiko tengkes yang memiliki usaha kecil produktif, seperti pedagang kecil dan perajin,” ujarnya, Selasa (28/11).

Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen Baznas sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program pencegahan stunting dengan melibatkan pentahelix.

Dia berharap bantuan yang diberikan membawa perubahan positif secara ekonomi bagi penerima. Selanjutnya keluarga mereka dapat menciptakan generasi yang lebih kuat, sehat di masa yang akan datang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut Yayan Waryana yang juga Ketua Pelaksana Harian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengatakan bantuan yang telah diberikan Baznas sebagai mitra pemerintah ini dapat mendukung program pencegahan stunting. “Dana bantuan Rp1 juta per keluarga ini merupakan dukungan nyata kepada keluarga untuk modal usaha.” (SG)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut menyalurkan bantuan modal usaha kepada 23 kepala keluarga di 3 desa dan kelurahan yang rentan kasus tengkes. Ketiganya ialah Desa Surabaya, Kecamatan Limbangan; Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul dan Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut Kota.

Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Effendi mengatakan, Baznas berkomitmen memberikan intervensi berkelanjutan kepada keluarga tengkes. Mereka menyasar keluarga yang memiliki usaha kecil.

“Dengan pemberian modal, mereka dapat meningkatkan kondisi ekonomi dan kesehatan anak-anak. Bantuan senilai Rp1 juta diberikan kepada keluarga berisiko tengkes yang memiliki usaha kecil produktif, seperti pedagang kecil dan perajin,” ujarnya, Selasa (28/11).

Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen Baznas sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program pencegahan stunting dengan melibatkan pentahelix.

Dia berharap bantuan yang diberikan membawa perubahan positif secara ekonomi bagi penerima. Selanjutnya keluarga mereka dapat menciptakan generasi yang lebih kuat, sehat di masa yang akan datang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut Yayan Waryana yang juga Ketua Pelaksana Harian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengatakan bantuan yang telah diberikan Baznas sebagai mitra pemerintah ini dapat mendukung program pencegahan stunting. “Dana bantuan Rp1 juta per keluarga ini merupakan dukungan nyata kepada keluarga untuk modal usaha.” (SG)

Sumber: mediaindonesia.com