MICE  

Banyak Caleg di Kota Bandung Keukeuh Bagikan Sembako

Banyak Caleg di Kota Bandung Keukeuh Bagikan Sembako

BAWASLU Kota Bandung mengungkapkan masih ada calon anggota legislatif (caleg) yang keukeuh membagi-bagikan sembako kepada masyarakat. Padahal sudah jelas membagikan sembako termasuk pelanggaran
KPKU Nomor 15 tahun 2023.

“Ada beberapa pelanggaran yang sedang diproses atau dikaji. Di
beberapa kecamatan hampir terjadi pelanggaran, tapi kita imbau sehingga tidak jadi. Contohnya membagikan sembako. Jadi memang masih ada beberapa caleg yang ingin membagikan sembako,” kata anggota Bawaslu Kota Bandung M Adriansyah Prayuda, Selasa (26/12).

Menurut dia, pembagian sembako merupakan bagian pelanggaran
karena masuk dalam ranah money politic untuk menghimpun suara di pemilu. Ada beberapa di antaranya berhasil dicegah oleh Panwascam.

Ada lima kasus yang terindikasi melakukan pelanggaran di tahapan kampanye Pemilu 2024. Tiga di antaranya telah diproses dan sisanya masih menunggu untuk dikaji.

Bila dipastikan memenuhi kriteria pelanggaran pemilu, kata dia, tidak
menutup kemungkinan berlanjut pada pidana sesuai regulasi yang berlaku.
“Masuk sentra penegak hukum, jaksa dan polisi bila buktinya terpenuhi. Masuk dalam kriteria pelanggaran Pemilu untuk dijadikan tindak pidana.”

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat
Bawaslu Jabar, Nuryamah, mengungkap fakta partisipasi perempuan dalam
Pemilu di Jabar masih minim. Padahal, jumlah pemilih perempuan berbeda
tipis dengan pemilih laki-laki.

“Dengan sosialisasi, kami mengajak kaum perempuan, pemilih pemula, dan kaum inklusif untuk terlibat dalam proses Pemilu 2024. Kita menjangkau seluruh segmen masyarakat, agar mereka diberikan pendidikan politik sehingga tidak hanya paham mekanisme pencoblosan, tetapi mereka harus tahu, mereka punya hak pilih yang harus disalurkan,” tandasnya. (SG)

BAWASLU Kota Bandung mengungkapkan masih ada calon anggota legislatif (caleg) yang keukeuh membagi-bagikan sembako kepada masyarakat. Padahal sudah jelas membagikan sembako termasuk pelanggaran

KPKU Nomor 15 tahun 2023.

“Ada beberapa pelanggaran yang sedang diproses atau dikaji. Di

beberapa kecamatan hampir terjadi pelanggaran, tapi kita imbauĀ  sehingga tidak jadi. Contohnya membagikan sembako. Jadi memang masih ada beberapa caleg yang ingin membagikan sembako,” kata anggota Bawaslu Kota Bandung M Adriansyah Prayuda, Selasa (26/12).

Menurut dia, pembagian sembako merupakan bagian pelanggaran

karena masuk dalam ranah money politic untuk menghimpun suara di pemilu. Ada beberapa di antaranya berhasil dicegah oleh Panwascam.

Ada lima kasus yang terindikasi melakukan pelanggaran di tahapan kampanye Pemilu 2024. Tiga di antaranya telah diproses dan sisanya masih menunggu untuk dikaji.

Bila dipastikan memenuhi kriteria pelanggaran pemilu, kata dia, tidak

menutup kemungkinan berlanjut pada pidana sesuai regulasi yang berlaku.

“Masuk sentra penegak hukum, jaksa dan polisi bila buktinya terpenuhi. Masuk dalam kriteria pelanggaran Pemilu untuk dijadikan tindak pidana.”

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat

Bawaslu Jabar, Nuryamah, mengungkap fakta partisipasi perempuan dalam

Pemilu di Jabar masih minim. Padahal, jumlah pemilih perempuan berbeda

tipis dengan pemilih laki-laki.

“Dengan sosialisasi, kami mengajak kaum perempuan, pemilih pemula, dan kaum inklusif untuk terlibat dalam proses Pemilu 2024. Kita menjangkau seluruh segmen masyarakat, agar mereka diberikan pendidikan politik sehingga tidak hanya paham mekanisme pencoblosan, tetapi mereka harus tahu, mereka punya hak pilih yang harus disalurkan,” tandasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com