MICE  

Bantu Ketahanan Pangan, Pangkostrad Mulai Penanaman Perdana Padi di Subang

Bantu Ketahanan Pangan, Pangkostrad Mulai Penanaman Perdana Padi di Subang

DALAM Upaya membantu pemerintah melaksanakan program ketahanan pangan
berkelanjutan, Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa, melakukan penanaman perdana budi daya padi di lahan ketahanan pangan Kostrad, di Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Kamis (4/1).

Pangkostrad mengatakan, Gerakan Nasional Ketahanan Pangan (GNKP) diresmikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Cibitung, Bekasi, pada 3 November 2023 lalu. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional.

Program ketahanan pangan merupakan jawaban atas berbagai persoalan pangan yang tengah dihadapi oleh dunia global. Sebagai negara yang kaya lahan, Wapres tidak menginginkan Indonesia mengalami krisis pangan

“Agar program ketahanan pangan terus berkelanjutan sebagai upaya membantu pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan nasional, maka pada hari ini kita baru saja melaksanakan penanaman padi secara simbolis di lahan ketahanan pangan Kostrad di Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Subang,” ujarnya.

Dia menjelaskan program ketahanan pangan Kostrad sudah dilaksanakan
dan berjalan di beberapa daerah seperti di Bogor, Karawang, Sukabumi,
Tasikmalaya, Garut, Ciamis dan Pangandaran. Lahan yang digarap tersebut
milik Kostrad maupun bekerja sama dengan pemda, swasta dan pemangku kepentingan lainnya yang peduli akan kedaulatan pangan.

“Saya berharap, semoga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di daerah ketahanan pangan Kostrad,” ungkap Muhammad Saleh.

Komandan Sub Satgas Ketahanan Pangan Kostrad Wilayah Subang Letnan Dua Arm Sudedi menjelaskan lahan ketahanan pangan Kostrad di wilayah Subang seluas 30 hektare. Penanaman dilakukan di lahan 15 hektare dan terus akan diperluas,

Jenis padi yang ditanam adalah varietas Inpari 32 dengan menggunakan cara mekanisasi. Target produksi minimal 7,5 ton gabah kering panen per hektare.

“Padi yang ditanam Pangkostrad ini akan dipanen pada 14 April 2024
mendatang dan hasilnya diperkirakan bisa di atas 7 ton per hektare,” katanya.

selain kegiatan penanaman padi perdana, dilaksanakan juga kegiatan
Pembagian 300 paket tali asih untuk kelompok tani.

Sementara, Penjabat Bupati Subang Imran mengatakan pihaknya berterima kasih dengan adanya Gerakan Nasional Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh Kostrad.

“Kami menyambut baik respon positif dari Pangkostrad beserta jajarannya
yang berkomitmen untuk mendukung terlaksananya Gerakan Nasional
Ketahanan Pangan di Subang,” tambahnya. (SG)

DALAM Upaya membantu pemerintah melaksanakan program ketahanan pangan

berkelanjutan, Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa, melakukan penanaman perdana budi daya padi di lahan ketahanan pangan Kostrad, di Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Kamis (4/1).

Pangkostrad mengatakan, Gerakan Nasional Ketahanan Pangan (GNKP) diresmikan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Cibitung, Bekasi, pada 3 November 2023 lalu. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional.

Program ketahanan pangan merupakan jawaban atas berbagai persoalan pangan yang tengah dihadapi oleh dunia global. Sebagai negara yang kaya lahan, Wapres tidak menginginkan Indonesia mengalami krisis pangan

“Agar program ketahanan pangan terus berkelanjutan sebagai upaya membantu pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan nasional, maka pada hari ini kita baru saja melaksanakan penanaman padi secara simbolis di lahan ketahanan pangan Kostrad di Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Subang,” ujarnya.

Dia menjelaskan program ketahanan pangan Kostrad sudah dilaksanakan

dan berjalan di beberapa daerah seperti di Bogor, Karawang, Sukabumi,

Tasikmalaya, Garut, Ciamis dan Pangandaran. Lahan yang digarap tersebut

milik Kostrad maupun bekerja sama dengan pemda, swasta dan pemangku kepentingan lainnya yang peduli akan kedaulatan pangan.

“Saya berharap, semoga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di daerah ketahanan pangan Kostrad,” ungkap Muhammad Saleh.

Komandan Sub Satgas Ketahanan Pangan Kostrad Wilayah Subang Letnan Dua Arm Sudedi menjelaskan lahan ketahanan pangan Kostrad di wilayah Subang seluas 30 hektare. Penanaman dilakukan di lahan 15 hektare dan terus akan diperluas,

Jenis padi yang ditanam adalah varietas Inpari 32 dengan menggunakan cara mekanisasi. Target produksi minimal 7,5 ton gabah kering panen per hektare.

“Padi yang ditanam Pangkostrad ini akan dipanen pada 14 April 2024

mendatang dan hasilnya diperkirakan bisa di atas 7 ton per hektare,” katanya.

selain kegiatan penanaman padi perdana, dilaksanakan juga kegiatan

Pembagian 300 paket tali asih untuk kelompok tani.

Sementara, Penjabat Bupati Subang Imran mengatakan pihaknya berterima kasih dengan adanya Gerakan Nasional Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh Kostrad.

“Kami menyambut baik respon positif dari Pangkostrad beserta jajarannya

yang berkomitmen untuk mendukung terlaksananya Gerakan Nasional

Ketahanan Pangan di Subang,” tambahnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com