MICE  

Asosiasi Mahasiswa MBA ITB Ajak Mahasiswa Berinvestasi Aman

Asosiasi Mahasiswa MBA ITB Ajak Mahasiswa Berinvestasi Aman

ASOSIASI Mahasiswa MBA ITB (Asomba) bersama PT Indonesia Kendaraan
Terminal (IPCC) dan PT Jasa Armada Indonesia IPCM menggelar seminar PII Goes to Campus, Building Financial Futures with IPCC & IPCM.

IPCC dan IPCM, adalah dua anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), yang beroperasi di Indonesia dalam sektor logistik dan
transportasi. IPCC dan IPCM belum lama ini tercatat di Bursa Efek
Indonesia (BEI).

Direktur PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) Ikhwanoel mengatakan,
bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi PII dalam memberikan
literasi dan edukasi tentang investasi kepada masyarakat, khususnya
mahasiswa.

“Banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online. Kami ingin mengajak para mahasiswa untuk mulai berinvestasi sejak dini. Investasi merupakan salah satu cara untuk mencapai financial freedom di masa
depan,” ujarnya.

Tjandra Nyata Kusuma perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyampaikan pentingnya berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Para mahasiswa harus berhati-hati dalam berinvestasi, terutama terhadap investasi ilegal.

“Perlu diperhatikan tujuan, resiko, dan profil dalam berinvestasi di pasar modal. Sumber dana untuk berinvestasi disarankan dari dana lebih atau uang dingin,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, penyedia produk investasi harus legal memiliki izin resmi, jangan sampai tergiur dengan promosi oleh penyedia yang tidak jelas apalagi tidak memiliki izin resmi. Adapun beberapa modus penipuan yang sedang tren saat ini seperti, binary option, robot trading, aset kripto dan money game.

Sementara Achmad Dirgantara dari BEI Jabar, menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia memiliki potensi yang besar untuk tumbuh. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum melek investasi.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya informasi, takut bodong dan dianggap judi.

Sementara itu Subiakto Sukarno, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB,
Subiakto Sukarno mengatakan, bahwa investasi adalah salah satu cara
untuk mengatasi inflasi. Diversifikasi investasi penting untuk mengurangi risiko. Analisis perihal keuangan, pengelolaan, pengunaan, bahkan membaca laporan keuangan turut disampaikan. (SG)

ASOSIASI Mahasiswa MBA ITB (Asomba) bersama PT Indonesia Kendaraan

Terminal (IPCC) dan PT Jasa Armada Indonesia IPCM menggelar seminar PII Goes to Campus, Building Financial Futures with IPCC & IPCM.

IPCC dan IPCM, adalah dua anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II), yang beroperasi di Indonesia dalam sektor logistik dan

transportasi. IPCC dan IPCM belum lama ini tercatat di Bursa Efek

Indonesia (BEI).

Direktur PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) Ikhwanoel mengatakan,  

bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi PII dalam memberikan

literasi dan edukasi tentang investasi kepada masyarakat, khususnya

mahasiswa.

“Banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online. Kami ingin mengajak para mahasiswa untuk mulai berinvestasi sejak dini. Investasi merupakan salah satu cara untuk mencapai financial freedom di masa

depan,” ujarnya.

Tjandra Nyata Kusuma perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyampaikan pentingnya berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Para mahasiswa harus berhati-hati dalam berinvestasi, terutama terhadap investasi ilegal.

“Perlu diperhatikan tujuan, resiko, dan profil dalam berinvestasi di pasar modal. Sumber dana untuk berinvestasi disarankan dari dana lebih atau uang dingin,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, penyedia produk investasi harus legal memiliki izin resmi,  jangan sampai tergiur dengan promosi oleh penyedia yang tidak jelas  apalagi tidak memiliki izin resmi. Adapun beberapa modus penipuan yang sedang tren saat ini seperti, binary option, robot trading, aset kripto dan money game.

Sementara Achmad Dirgantara dari BEI Jabar, menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia memiliki potensi yang besar untuk tumbuh. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum melek investasi.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya informasi, takut bodong dan dianggap judi.

Sementara itu Subiakto Sukarno, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB,

Subiakto Sukarno mengatakan, bahwa investasi adalah salah satu cara

untuk mengatasi inflasi. Diversifikasi investasi penting untuk mengurangi risiko. Analisis perihal keuangan, pengelolaan, pengunaan, bahkan membaca laporan keuangan turut disampaikan. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com