MICE  

AS Kembali Serang Pasukan Houthi di Yaman

AS Kembali Serang Pasukan Houthi di Yaman

Amerika Serikat (AS), kemarin, kembali menyerang Yaman. Serangan itu, digencarkan setelah pejuang militan Houthi yang didukung Iran, memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap kapal-kapal di Laut Merah.


Serangan terhadap sebuah situs radar Houthi terjadi sehari setelah pasukan koalisi yang dipimpin AS dan Inggris menyerang kelompok militan Yaman tersebut.

Media resmi kelompok militan yang didukung Iran itu sebelumnya mengatakan bahwa pangkalan udara Al-Dailami di ibu kota Yaman, Sanaa, yang mereka kuasai telah diserang.

Houthi, yang telah melakukan serangan selama berminggu-minggu terhadap sejumlah kapal yang terkait dengan Israel. Aksi itu sebagai protes mereka atas perang Israel-Hamas. Para pejuang Houthi memperingatkan bahwa kepentingan AS dan Inggris adalah target yang sah setelah serangan Jumat lalu.

Inggris, Amerika Serikat, dan delapan negara sekutunya mengatakan bahwa serangan yang dilakukan pada hari Jumat itu bertujuan untuk mengurangi ketegangan, tetapi Houthi bersumpah untuk melanjutkan serangan mereka.

“Semua kepentingan Amerika-Inggris telah menjadi target yang sah setelah serangan tersebut,” kata dewan politik tertinggi milisi tersebut.

Hussein al-Ezzi, wakil menteri luar negeri Houthi mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris harus bersiap untuk membayar harga yang mahal atas aksi mereka.

Pasukan Houthi telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman sejak perang saudara meletus pada 2014 dan merupakan bagian dari poros perlawanan yang didukung oleh Iran untuk melawan Israel dan sekutunya. (AFP/M-3)


Amerika Serikat (AS), kemarin, kembali menyerang Yaman. Serangan itu, digencarkan setelah pejuang militan Houthi yang didukung Iran, memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Serangan terhadap sebuah situs radar Houthi terjadi sehari setelah pasukan koalisi yang dipimpin AS dan Inggris menyerang kelompok militan Yaman tersebut.

Media resmi kelompok militan yang didukung Iran itu sebelumnya mengatakan bahwa pangkalan udara Al-Dailami di ibu kota Yaman, Sanaa, yang mereka kuasai telah diserang.

Houthi, yang telah melakukan serangan selama berminggu-minggu terhadap sejumlah kapal yang terkait dengan  Israel. Aksi itu sebagai protes mereka atas perang Israel-Hamas. Para pejuang Houthi memperingatkan bahwa kepentingan AS dan Inggris adalah target yang sah setelah serangan Jumat lalu.

Inggris, Amerika Serikat, dan delapan negara sekutunya mengatakan bahwa serangan yang dilakukan pada hari Jumat itu bertujuan untuk mengurangi ketegangan, tetapi Houthi bersumpah untuk melanjutkan serangan mereka.

“Semua kepentingan Amerika-Inggris telah menjadi target yang sah setelah serangan tersebut,” kata dewan politik tertinggi milisi tersebut.

Hussein al-Ezzi, wakil menteri luar negeri Houthi mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris harus bersiap untuk membayar harga yang mahal atas aksi mereka.

Pasukan Houthi  telah menguasai sebagian besar wilayah Yaman sejak perang saudara meletus pada 2014 dan merupakan bagian dari poros perlawanan yang didukung oleh Iran untuk melawan Israel dan sekutunya. (AFP/M-3)

 

Sumber: mediaindonesia.com