MICE  

Apa Penyebab Luka Hati Tidak Kunjung Pulih? Ini Kata Psikolog

Apa Penyebab Luka Hati Tidak Kunjung Pulih? Ini Kata Psikolog

DALAM hidup, memang tak jarang kita mendapatkan masalah, menerima penolakan, diperlakukan secara tidak baik oleh orang, dan kejadian buruk lainnya yang bisa memicu munculnya luka hati atau sakit hati.

Meski begitu, apapun yang terjadi dalam hidup mengajarkan kita untuk terus bertumbuh dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Selain itu, kita harus ingat bahwa kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita.

Pulih dari luka hati memang membutuhkan proses dan waktu. Lalu berapa lama waktu untuk pulih dari luka hati? Waktu yang dibutuhkan untuk pulih berbeda-beda bagi setiap orang.

Namun, ada pula yang tidak kunjung pulih dari luka hati tersebut, lalu apa penyebabnya? Seorang psikolog anak dan pendiri Klinik Psikologi Ruang Tumbuh, Irma Gustiana A, menjelaskan ada beberapa hal yang membuat luka hati tidak kunjung pulih.

1. Menyangkal Perasaan

Menyangkal apa yang kamu rasakan seperti menyangkal bahwa kamu terluka bisa menjadi penyebab luka hati kamu tidak kunjung sembuh.

Makin kamu menyangkal dan berpura-pura bahwa kamu baik-baik saja, padahal sedang tidak baik akan membuat proses penyembuhan luka hati kamu semakin lama dan sulit.

“Terimalah rasanya, bahwa “ya, saya merasa terluka dan terasa tidak nyaman”,” tulis Irma dalam laman Instagram pribadinya @ayankirma.

2. Memaksakan diri untuk segera melupakan.

Menyembuhkan luka hati membutuhkan proses. Sebab itu, memaksakan diri untuk segera melupakan kejadian buruk agar mempercepat penyembuhan luka hati justru akan mempersulit proses pemulihannya.

Melupakan bukan persoalan mudah, karena semakin tidak menyenangkan dan emosional peristiwa yang dialami akan semakin sulit untuk dilupakan.

“Kamu harus menghadapi kenyataan tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup dan pelan-pelan belajar untuk bergerak maju,” ungkap Irma.

3. Menyalahkan diri sendiri.

Tidak semua hal buruk yang terjadi dalam hidup adalah kesalahan diri sendiri. Sebab itu, berhenti menyalahkan diri sendiri.

Menyalahkan diri sendiri karena ketidakmampuan menghindari situasi atau seseorang yang telah menyakiti kamu tidak akan membuat luka hati kamu akan sembuh.

Kata “seandainya”, “kalau saja”, “seharusnya waktu itu..” tidak akan mengubah sejarah yang terjadi dan menyembuhkan luka kamu.

4. Menyalahkan orang lain/situasi yang membuat diri terluka.

Kerap menyalahkan keadaan atau orang yang telah membuat kamu terluka sama sekali tidak akan menyembuhkan sakit hati yang dirasakan.

“Rasa dendam akan membuat hatimu semakin gelisah. Dan saat kamu membalas dendam, kamu hanya akan mendapatkan kepuasaan sesaat. Tapi itu semua nggak akan menyembuhkan rasa sakitmu,” papar Irma.

5. Membiarkan waktu yang akan menyembuhkan.

Irma mengatakan bahwa waktu sama sekali tidak akan menyembuhkan keseluruhan rasa sakit hati.

“Tanpa melakukan apapun, waktu bisa memperparah luka hatimu. Kamu harus bergerak menolong diri sendiri dan mencari bantuan dari mereka yang memiliki kemampuan untuk mendampingi penyembuhan,” jelas Irma. (M-2)

DALAM hidup, memang tak jarang kita mendapatkan masalah, menerima penolakan, diperlakukan secara tidak baik oleh orang, dan kejadian buruk lainnya yang bisa memicu munculnya luka hati atau sakit hati.

Meski begitu, apapun yang terjadi dalam hidup mengajarkan kita untuk terus bertumbuh dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Selain itu, kita harus ingat bahwa kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita.

Pulih dari luka hati memang membutuhkan proses dan waktu. Lalu berapa lama waktu untuk pulih dari luka hati? Waktu yang dibutuhkan untuk pulih berbeda-beda bagi setiap orang.

Namun, ada pula yang tidak kunjung pulih dari luka hati tersebut, lalu apa penyebabnya? Seorang psikolog anak dan pendiri Klinik Psikologi Ruang Tumbuh, Irma Gustiana A, menjelaskan ada beberapa hal yang membuat luka hati tidak kunjung pulih.

1. Menyangkal Perasaan

Menyangkal apa yang kamu rasakan seperti menyangkal bahwa kamu terluka bisa menjadi penyebab luka hati kamu tidak kunjung sembuh.

Makin kamu menyangkal dan berpura-pura bahwa kamu baik-baik saja, padahal sedang tidak baik akan membuat proses penyembuhan luka hati kamu semakin lama dan sulit.

“Terimalah rasanya, bahwa “ya, saya merasa terluka dan terasa tidak nyaman”,” tulis Irma dalam laman Instagram pribadinya @ayankirma.

2. Memaksakan diri untuk segera melupakan.

Menyembuhkan luka hati membutuhkan proses. Sebab itu, memaksakan diri untuk segera melupakan kejadian buruk agar mempercepat penyembuhan luka hati justru akan mempersulit proses pemulihannya.

Melupakan bukan persoalan mudah, karena semakin tidak menyenangkan dan emosional peristiwa yang dialami akan semakin sulit untuk dilupakan.

“Kamu harus menghadapi kenyataan tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup dan pelan-pelan belajar untuk bergerak maju,” ungkap Irma.

3. Menyalahkan diri sendiri.

Tidak semua hal buruk yang terjadi dalam hidup adalah kesalahan diri sendiri. Sebab itu, berhenti menyalahkan diri sendiri.

Menyalahkan diri sendiri karena ketidakmampuan menghindari situasi atau seseorang yang telah menyakiti kamu tidakĀ  akan membuat luka hati kamu akan sembuh.

Kata “seandainya”, “kalau saja”, “seharusnya waktu itu..” tidak akan mengubah sejarah yang terjadi dan menyembuhkan luka kamu.

4. Menyalahkan orang lain/situasi yang membuat diri terluka.

Kerap menyalahkan keadaan atau orang yang telah membuat kamu terluka sama sekali tidak akan menyembuhkan sakit hati yang dirasakan.

“Rasa dendam akan membuat hatimu semakin gelisah. Dan saat kamu membalas dendam, kamu hanya akan mendapatkan kepuasaan sesaat. Tapi itu semua nggak akan menyembuhkan rasa sakitmu,” papar Irma.

5. Membiarkan waktu yang akan menyembuhkan.

Irma mengatakan bahwa waktu sama sekali tidak akan menyembuhkan keseluruhan rasa sakit hati.

“Tanpa melakukan apapun, waktu bisa memperparah luka hatimu. Kamu harus bergerak menolong diri sendiri dan mencari bantuan dari mereka yang memiliki kemampuan untuk mendampingi penyembuhan,” jelas Irma. (M-2)

Sumber: mediaindonesia.com