MICE  

Antisipasi Covid-19, Puskesmas Warungkondang Wajibkan Penggunaan Masker

Antisipasi Covid-19, Puskesmas Warungkondang Wajibkan Penggunaan Masker

PUSKESMAS Warungkondang, Kabupaten Cianjur, mewajibkan kembali
penggunaan masker bagi petugas maupun masyarakat yang hendak berobat.
Pemberlakuan itu menyusul merebaknya kembali covid-19.

Kepala UPTD Puskesmas Warungkondang, Yudhiansyah Sutawijaya, menjelaskan ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19. Pada prinsipnya, langkah tersebut untuk menjaga keselamatan petugas maupun pasien.

“Untuk pencegahan covid-19, kita tentunya kembali lagi pemberlakuan
beberapa hal, baik di dalam gedung maupun di luar gedung. Untuk di dalam gedung, diberlakukan penggunaan masker, baik untuk petugas
maupun pengunjung. Terutama pengunjung yang terindikasi ISPA, batuk, pilek, demam, dan sebagainya,” kata Yudhiansyah, Rabu (3/1).

Langkah lain yang dilakukan mengantisipasi covid-19 yakni pemberian vaksin dosis keempat kepada para tenaga medis. Sampai saat ini penberian vaksin dosis keempat masih menunggu arahan lebih lanjut.

“Kami masih menunggu suplai vaksinnya. Tapi memang sudah direncanakan
karena sudah ada instruksi. Tinggal menunggu droping vaksinnya,” ujarnya.

Penambahan jam layanan

Jam pelayanan kesehatan di Puskesmas Warungkondang mulai ditambah. Semula layanannya hanya sampai pukul 12.00 WIB, menjadi hingga pukul 15.00 WIB.

“Dari segi pelayanan, pascagempa beberapa waktu lalu jam kerjanya sampai pukul 12.00 WIB. Setelah ada pembenahan karena saya ditugaskan jadi kepala puskesmas di sini sejak Juli 2023, layanan bisa sampai 15.00 WIB. Bahkan tahun ini kami ingin layanan bisa buka sampai malam. Ini sudah jadi pembahasan di internal puskesmas untuk kesiapan dan kesepakatan,” terangnya.

Tahun ini, beberapa layanan pun ditambah setelah dilaksanakan seleksi
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Salah satunya tenaga
dokter gigi.

“Selama ini kita belum punya dokter gigi. Mudah-mudahan pada 2024 sudah ada layanan dokter gigi. Kemudian ada tenaga laboratorium, apoteker, serta bidan. Semoga dengan penambahan dua orang dokter bisa meningkatkan pendapatan,” ucapnya.

Dengan bertambahnya pendapatan, sebut Yudhiansyah, maka bisa memfasilitasi logistik. Terutama kebutuhan pengadaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai.

“Dari segi sarana, pascagempa, bangunan gedung yang hancur, sekarang sudah selesai dibangun kembali. Bangunan gedung layanan pokok dan penunjang kesehatan sudah terbenahi. Kami pun merasa nyaman dan layanan kesehatan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” pungkasnya. (SG)

PUSKESMAS Warungkondang, Kabupaten Cianjur, mewajibkan kembali

penggunaan masker bagi petugas maupun masyarakat yang hendak berobat.

Pemberlakuan itu menyusul merebaknya kembali covid-19.

Kepala UPTD Puskesmas Warungkondang, Yudhiansyah Sutawijaya, menjelaskan ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19. Pada prinsipnya, langkah tersebut untuk menjaga keselamatan petugas maupun pasien.

“Untuk pencegahan covid-19, kita tentunya kembali lagi pemberlakuan

beberapa hal, baik di dalam gedung maupun di luar gedung. Untuk di dalam gedung, diberlakukan penggunaan masker, baik untuk petugas

maupun pengunjung. Terutama pengunjung yang terindikasi ISPA, batuk, pilek, demam, dan sebagainya,” kata Yudhiansyah, Rabu (3/1).

Langkah lain yang dilakukan mengantisipasi covid-19 yakni pemberian vaksin dosis keempat kepada para tenaga medis. Sampai saat ini penberian vaksin dosis keempat masih menunggu arahan lebih lanjut.

“Kami masih menunggu suplai vaksinnya. Tapi memang sudah direncanakan

karena sudah ada instruksi. Tinggal menunggu droping vaksinnya,” ujarnya.

Penambahan jam layanan

Jam pelayanan kesehatan di Puskesmas Warungkondang mulai ditambah. Semula layanannya hanya sampai pukul 12.00 WIB, menjadi hingga pukul 15.00 WIB.

“Dari segi pelayanan, pascagempa beberapa waktu lalu jam kerjanya sampai pukul 12.00 WIB. Setelah ada pembenahan karena saya ditugaskan jadi kepala puskesmas di sini sejak Juli 2023, layanan bisa sampai 15.00 WIB. Bahkan tahun ini kami ingin layanan bisa buka sampai malam. Ini sudah jadi pembahasan di internal puskesmas untuk kesiapan dan kesepakatan,” terangnya.

Tahun ini, beberapa layanan pun ditambah setelah dilaksanakan seleksi

pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Salah satunya tenaga

dokter gigi.

“Selama ini kita belum punya dokter gigi. Mudah-mudahan pada 2024 sudah ada layanan dokter gigi. Kemudian ada tenaga laboratorium, apoteker, serta bidan. Semoga dengan penambahan dua orang dokter bisa meningkatkan pendapatan,” ucapnya.

Dengan bertambahnya pendapatan, sebut Yudhiansyah, maka bisa memfasilitasi logistik. Terutama kebutuhan pengadaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai.

“Dari segi sarana, pascagempa, bangunan gedung yang hancur, sekarang sudah selesai dibangun kembali. Bangunan gedung layanan pokok dan penunjang kesehatan sudah terbenahi. Kami pun merasa nyaman dan layanan kesehatan kepada masyarakat bisa semakin optimal,” pungkasnya. (SG)

Sumber: mediaindonesia.com