MICE  

Alun-alun Lembang Bersiap Sambut Malam Pergantian Tahun

Alun-alun Lembang Bersiap Sambut Malam Pergantian Tahun

MASYARAKAT yang berkunjung ke Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat diimbau tidak berlebihan dalam merayakan malam pergantian Tahun Baru 2024.

Sebaliknya, masyarakat diajak untuk melaksanakan dzikir dan doa
bersama/istighosah saat menyambut tahun baru. Hal itu disampaikan Pengurus Dewan Kemakmuran (DKM) Masjid Besar Lembang, Deni Iskandar.

“Alangkah bijaknya dalam menyambut tahun baru, umat muslim mengisi kegiatan yang bermanfaat seperti berdoa dan meningkatkan ibadahnya,” kata Deni, Jumat (29/12).

Diperkirakan, Alun-alun Lembang bakal menjadi salah satu titik kumpul
masyarakat saat momen tahun baru. Apalagi kondisi alun-alun kini lebih
tertata dengan rumput sintetisnya setelah direvitalisasi dan diresmikan Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latih pada awal Desember lalu.

“Masjid Besar Lembang yang letaknya bersebelahan dengan alun-alun bisa
dimanfaatkan umat muslim untuk beribadah pada jelang pergantian tahun,”
tuturnya.

Lebih jauh, menurut dia, kini Masjid Besar Lembang dan alun-alun yang
berdiri megah di tengah-tengah Kecamatan Lembang menjadi salah satu ikon daya tarik wisata.

Masjid kebanggaan warga Lembang ini dibangun pada 1920 dan telah beberapa kali dilakukan renovasi. Kini Masjid Besar Lembang sudah
bisa menampung hingga 5.000-an jemaah.

Tidak hanya masyarakat sekitar yang kerap berkunjung, tapi juga dari luar wilayah Bandung sering memanfaatkan fasilitasnya untuk beribadah maupun sekedar beristirahat.

“Sejak awal musim libur, pengunjung alun-alun dan mesjid mengalami
peningkatan dari biasanya. Kami persilahkan kepada siapapun untuk memakai fasilitas yang ada, bahkan kepada umat non muslim juga kami tidak melarang jika mau menggunakan toilet di sekitar area masjid,” ujarnya.

Bukan hanya saat momen tahun baru, pengurus DKM memprogramkan peningkatan ketaqwaan kepada pengunjung alun-alun dengan cara menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar melaksanakan salat berjamaah di masjid.

“Biasanya 15 menit sebelum memasuki waktu shalat, disiarkan murotal melalui pengeras suara yang disisipi pengumuman agar pengunjung alun-alun menjaga kebersihan dan ketertiban,” lanjutnya.

Terpisah, Camat Lembang, Ali Kurniawan mengungkapkan, pada 31 Desember
mendatang pihaknya berencana mengadakan istighosah di alun-alun. Acara ini bisa diikuti oleh pengunjung alun-alun maupun masyarakat sekitar Lembang.

“Rencananya kita akan buat panggung di atas. Acaranya mungkin selepas
salat isya hingga pukul 21.00 WIB,” beber Ali. (SG)

MASYARAKAT yang berkunjung ke Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat diimbau tidak berlebihan dalam merayakan malam pergantian Tahun Baru 2024.

Sebaliknya, masyarakat diajak untuk melaksanakan dzikir dan doa

bersama/istighosah saat menyambut tahun baru. Hal itu disampaikan Pengurus Dewan Kemakmuran (DKM) Masjid Besar Lembang, Deni Iskandar.

“Alangkah bijaknya dalam menyambut tahun baru, umat muslim mengisi kegiatan yang bermanfaat seperti berdoa dan meningkatkan ibadahnya,” kata Deni, Jumat (29/12).

Diperkirakan, Alun-alun Lembang bakal menjadi salah satu titik kumpul

masyarakat saat momen tahun baru. Apalagi kondisi alun-alun kini lebih

tertata dengan rumput sintetisnya setelah direvitalisasi dan diresmikan Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latih pada awal Desember lalu.

“Masjid Besar Lembang yang letaknya bersebelahan dengan alun-alun bisa

dimanfaatkan umat muslim untuk beribadah pada jelang pergantian tahun,”

tuturnya.

Lebih jauh, menurut dia, kini Masjid Besar Lembang dan alun-alun yang

berdiri megah di tengah-tengah Kecamatan Lembang menjadi salah satu ikon daya tarik wisata.

Masjid kebanggaan warga Lembang ini dibangun pada 1920 dan telah beberapa kali dilakukan renovasi. Kini Masjid Besar Lembang sudah

bisa menampung hingga 5.000-an jemaah.

Tidak hanya masyarakat sekitar yang kerap berkunjung, tapi juga dari luar wilayah Bandung sering memanfaatkan fasilitasnya untuk beribadah maupun sekedar beristirahat.

“Sejak awal musim libur, pengunjung alun-alun dan mesjid mengalami

peningkatan dari biasanya. Kami persilahkan kepada siapapun untuk memakai fasilitas yang ada, bahkan kepada umat non muslim juga kami tidak melarang jika mau menggunakan toilet di sekitar area masjid,” ujarnya.

Bukan hanya saat momen tahun baru, pengurus DKM memprogramkan peningkatan ketaqwaan kepada pengunjung alun-alun dengan cara menyampaikan imbauan melalui pengeras suara agar melaksanakan salat berjamaah di masjid.

“Biasanya 15 menit sebelum memasuki waktu shalat, disiarkan murotal melalui pengeras suara yang disisipi pengumuman agar pengunjung alun-alun menjaga kebersihan dan ketertiban,” lanjutnya.

Terpisah, Camat Lembang, Ali Kurniawan mengungkapkan, pada 31 Desember

mendatang pihaknya berencana mengadakan istighosah di alun-alun. Acara ini bisa diikuti oleh pengunjung alun-alun maupun masyarakat sekitar Lembang.

“Rencananya kita akan buat panggung di atas. Acaranya mungkin selepas

salat isya hingga pukul 21.00 WIB,” beber Ali. (SG)

 

Sumber: mediaindonesia.com