SELEBRITAS Adhin Abdul Hakim terenyuh dengan sulitnya air di sejumlah wilayah terpencil di Nusa Tenggara Barat. Pria yang kerap menjadi bintang iklan ini mengungkapkan jika ada sumber air yang bahkan disebut neraka oleh warga karena sulitnya medan.
“Waktu pertama kali ke sana, saya cari toilet, warga bilang gak ada toilet dan gak ada air. Ternyata orang-orang abis subuh hampir sekitar setengah 6 pagi ambil air dari neraka. Kenapa air dari neraka karena ambilnya benar-benar dari jurang. Tiap pagi dan sore ambil air di sana untuk kebutuhan,” ungkapnya, dalam dalam acara Kahf Ramadhan Gathering, #PerjalananBerKahf, yang digelar di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Senin (10/4).
Kahf, bekerjasama dengan Yayasan Masjid Nusantara, membuat program pembangunan masjid di berbagai pelosok Nusantara. Adhin ikut menjadi host dalam program tersebut.
Lebih lanjut, dia juga bercerita bahwa selain mengambil air di lokasi jurang, masyarakat juga mengandalkan air hujan, dengan menampung aliran air hujan tersebut.
Kampanye #PerjalananBerKahf telah memberdayakan 100 komunitas terpilih dari 18 kota di seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Medan, Bukit Tinggi, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bekasi, Bogor, Bandung, Samarinda, Semarang, Jogjakarta, Banjarmasin, Surabaya, Malang, Bali, Makasar, hingga Mataram.
Kampanye tersebut telah berjalan beberapa waktu lalu dengan menghadirkan masjid pertama di Desa Poco Dedeng Kecamatan Lembor Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masjid tersebut tersebut diberi nama Al-Kahf.
“Kita membawa konsep yang telah sustain. Kita berangkat dari masalah masyarakat sekitar. Solusi di problem di masyarakat yang kita pecahkan secara sustain,” kata Billy Dharmawan selaku Brand Manager Kahf, dalam kesempatan yang sama.
Pras Purworo, Direktur Yayasan Masjid Nusantara, mengungkapkan jika penentuan lokasi pembangunan masjid dengan mengerahkan relawan terjun ke lapangan dan dari informasi masyarakat. Sebab itu, menurutnya, kampanye ini juga membantu masyarakat di lokasi tersebut untuk memperoleh air bersih dengan mudah. Kampanye akan terus berjalan hingga akhir tahun ini dengan menargetkan 3 masjid selesai.
Masjid Al-Kahf yang berada di desa terpencil di kecamatan Lembor dapat ditempuh dengan mobil kurang lebih 4 – 5 jam dari Labuan Bajo. Masjid berukuran 8×8 meter yang sebelumnya berdinding seng dan bambu ini sebenarnya sudah berdiri dari tahun 60-an dan sudah mengalami beberapa kali pemugaran dengan bahan seadanya.
Proses pembangunan sudah di mulai sejak 22 Maret 2023, dimulai dengan membongkar dan merobohkan bangunan masjid yang lama. Saat ini bangunan mesjid yang memiliki luas menjadi 9 x 9 meter, sudah sampai pada tahap pengerjaan dinding dan atap, lalu akan segera menyusul pemasangan jendela dan pintunya. Masjid Al-Kahf direncanakan akan selesai dibangun seminggu sebelum Idul Fitri sehingga dapat digunakan masyakarat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.
Tim ahli pembangunan masjid yang datang dari luar daerah untuk bertanggungjawab atas projek pembangunan masjid Al-Kahf disambut baik dan difasilitasi oleh masyarakat, seperti tempat tinggal dan makan mereka sehari-harinya. Pengerjaan masjid Al-Kahf ini sangat guyub karena dari masyarakat sendiri sudah sangat lama mendambakan memiliki masjid yang bagus dan layak sebagai tempat ibadah. (M-1)
Sumber: mediaindonesia.com