MICE  

Ada US$2,2 Miliar di Term Deposit 18 Bank

Update Devisa Hasil Ekspor, BI : Ada US$2,2 Miliar di Term Deposit 18 Bank

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan perkembangan term deposit devisa hasil ekspor (DHE) relatif stabil di level US$2,2 miliar. Jumlah perusahaan yang masuk bertambah menjadi 156, dengan 18 perbankan yang berpartisipasi.

“Mayoritas penempatan di periode 3 bulan,” kata Destry, Rabu (17/1/2024).

Sementara terkait dengan peraturan perpajakan, sedang digodok oleh tim dari pengelola DHE. Bank Indonesia meyakinkan pajaknya nanti akan lebih menarik dan produknya tidak hanya deposto, tetapi seluruh instrumen yang dipersiapkan untuk term deposit DHE.

Kemudian, instrumen keuangan operasi moneter Bank Indonesia pro market yaitu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), outstanding-nya sudah mencapai Rp296 triliun. Tujuan SRBI untuk menarik arus dana masuk, dan memperdalam pasar keuangan.

Saat ini terlihat kepemilikan dari non-residen sudah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 25,5% dari outstanding. Sementara untuk pendalaman pasar keuangan, pada pasar sekunder terlihat cukup aktif karena sudah lebih dari 40% dari SRBI sudah diperdagangkan di pasar sekunder.

Kemudian, terkait Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), outstandingnya mencapai US$ 322 juta. Untuk pasar sekundernya masih relatif lebih terbatas dibandingkan SRBI, baru hanya US$ 11 juta.

Terkait local currency settlement (LCS) dan local currency transaction (LCT), dia sampaikan secara terus-menerus menunjukkan peningkatan.

Per Desember 2023 tercatat sebesar Rp6,3 miliar dan ini naik sebesar 52,8% (yoy) dibandingkan dengan tahun lalu. Dari pelakunya terus mengalami peningkatan.

Apabila pada akhir tahun 2022 baru 1741 pelaku, tapi di akhir Desember 2023 sudah mencapai 2598 pelaku. Komposisinya mayoritas oleh orang Malaysia.

“Transaksi QRIS Indonesia Malaysia juga terus meningkat,” kata Destry. (Try/E-1)

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan perkembangan term deposit devisa hasil ekspor (DHE) relatif stabil di level US$2,2 miliar. Jumlah perusahaan yang masuk bertambah menjadi 156, dengan 18 perbankan yang berpartisipasi.

“Mayoritas penempatan di periode 3 bulan,” kata Destry, Rabu (17/1/2024).

Sementara terkait dengan peraturan perpajakan, sedang digodok oleh tim dari pengelola DHE. Bank Indonesia meyakinkan pajaknya nanti akan lebih menarik dan produknya tidak hanya deposto, tetapi seluruh instrumen yang dipersiapkan untuk term deposit DHE.

Kemudian, instrumen keuangan operasi moneter Bank Indonesia pro market yaitu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), outstanding-nya sudah mencapai Rp296 triliun. Tujuan SRBI untuk menarik arus dana masuk, dan memperdalam pasar keuangan.

Saat ini terlihat kepemilikan dari non-residen sudah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 25,5% dari outstanding. Sementara untuk pendalaman pasar keuangan, pada pasar sekunder terlihat cukup aktif karena sudah lebih dari 40% dari SRBI sudah diperdagangkan di pasar sekunder.

Kemudian, terkait Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), outstandingnya mencapai US$ 322 juta. Untuk pasar sekundernya masih relatif lebih terbatas dibandingkan SRBI, baru hanya US$ 11 juta.

Terkait local currency settlement (LCS) dan local currency transaction (LCT), dia sampaikan secara terus-menerus menunjukkan peningkatan.

Per Desember 2023 tercatat sebesar Rp6,3 miliar dan ini naik sebesar 52,8% (yoy) dibandingkan dengan tahun lalu. Dari pelakunya terus mengalami peningkatan.

Apabila pada akhir tahun 2022 baru 1741 pelaku, tapi di akhir Desember 2023 sudah mencapai 2598 pelaku. Komposisinya mayoritas oleh orang Malaysia.

“Transaksi QRIS Indonesia Malaysia juga terus meningkat,” kata Destry. (Try/E-1)

Sumber: mediaindonesia.com