MICE  

8 Januari, Sumedang mulai Lakukan Rehabilitasi Rumah Rusak Akibat Gempa

8 Januari, Sumedang mulai Lakukan Rehabilitasi Rumah Rusak Akibat Gempa

GEMPA bumi di Kabupaten Sumedang menyebabkan kerusakan sebanyak 991 rumah tersebar di 8 kecamatan. Pendataan masih terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman, Selasa (2/1), menyatakan masa tanggap darurat bencana sudah ditetapkan selama tujuh hari, sejak 1 Januari hingga 7 hari. “Mulai 8 Januari, kami akan mulai melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak,” tandasnya.

Saat ini, asesmen terus dilakukan ke rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Herman berjanji akan melakukan yang terbaik, sehingga penanganan dampak bencana di Sumedang akan akuntabel.

Dia menambahkan pada awal kejadian gempa, kerusakan rumah warga baru terdata di tiga kecamatan, yakni Sumedang Utara, Sumedang Selatan dan Cimalaka. Namun, pada hari kedua, ternyata gempa berdampak ke delapan kecamatan.

Sementara itu, kondisi RSUD Sumedang, menurut Herman, hasil asesmen menyatakan kondisinya aman dan terkendali. Bangunan rumah sakit aman, sehingga pasien yang sebelumnya sempat mengungsi di tenda-tenda yang berada di halaman, kini sudah bisa kembali ke ruangan.

Selasa (2/1), Kapolda Jawa Barat IrjenAkhmad Wiyagus mendatangi para pasien di RSUD. Dia berdialog dan menghibur para pasien itu.

“Kami berdoa dan berharap seluruh masyarakat Sumedang bisa pulih dan dapat kembali beraktifitas seperti sebelum terjadi gempa,” ujarnya.

Rentetan kejadian gempa terjadi di Sumedang pada Minggu (31/12/2023) hingga Senin (1/1). Ada enam kali kejadian gempa, yang terakhir pada Senin malam, pukul 20.46 dengan magnitudi 4,5.

Saat datang ke Sumedang, Senin malam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjanjikan rumah terdampak dan rusak berat akan mendapat ganti dari pemerintah. “Jangan sampai warga tinggal di tenda lebih dari satu minggu. Begitu tanggap darurat selesai langsung masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.”

Dia mendatangi RSUD Sumedang dan Kelurahan Cipameungpeuk yang terdampak gempa.

BNPB menyerahkan dana dukungan operasional sebesar Rp350 juta, perlengkapan tenda, makanan siap saji dan sembako. (SG/Sugeng Sumariyadi)

GEMPA bumi di Kabupaten Sumedang menyebabkan kerusakan sebanyak 991 rumah tersebar di 8 kecamatan. Pendataan masih terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman, Selasa (2/1), menyatakan masa tanggap darurat bencana sudah ditetapkan selama tujuh hari, sejak 1 Januari hingga 7 hari. “Mulai 8 Januari, kami akan mulai melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak,” tandasnya.

Saat ini, asesmen terus dilakukan ke rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Herman berjanji akan melakukan yang terbaik, sehingga penanganan dampak bencana di Sumedang akan akuntabel.

Dia menambahkan pada awal kejadian gempa, kerusakan rumah warga baru terdata di tiga kecamatan, yakni Sumedang Utara, Sumedang Selatan dan Cimalaka. Namun, pada hari kedua, ternyata gempa berdampak ke delapan kecamatan.

Sementara itu, kondisi RSUD Sumedang, menurut Herman, hasil asesmen menyatakan kondisinya aman dan terkendali. Bangunan rumah sakit aman, sehingga pasien yang sebelumnya sempat mengungsi di tenda-tenda yang berada di halaman, kini sudah bisa kembali ke ruangan.

Selasa (2/1), Kapolda Jawa Barat IrjenAkhmad Wiyagus mendatangi para pasien di RSUD. Dia berdialog dan menghibur para pasien itu.

“Kami berdoa dan berharap seluruh masyarakat Sumedang bisa pulih dan dapat kembali beraktifitas seperti sebelum terjadi gempa,” ujarnya.

Rentetan kejadian gempa terjadi di Sumedang pada Minggu (31/12/2023) hingga Senin (1/1). Ada enam kali kejadian gempa, yang terakhir pada Senin malam, pukul 20.46 dengan magnitudi 4,5.

Saat datang ke Sumedang, Senin malam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjanjikan rumah terdampak dan rusak berat akan mendapat ganti dari pemerintah. “Jangan sampai warga tinggal di tenda lebih dari satu minggu. Begitu tanggap darurat selesai langsung masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.”

Dia mendatangi RSUD Sumedang dan Kelurahan Cipameungpeuk yang terdampak gempa.

BNPB menyerahkan dana dukungan operasional sebesar Rp350 juta, perlengkapan tenda, makanan siap saji dan sembako. (SG/Sugeng Sumariyadi)

Sumber: mediaindonesia.com